IEA Lepas Cadangan Minyak Terbesar, Redam Gejolak Harga Global
- 13 Mar 2026 12:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Paris — Badan Energi Internasional (IEA) memerintahkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarahnya untuk menstabilkan harga minyak global. Langkah ini diambil setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu gejolak di pasar energi dunia.
Sebanyak 32 negara anggota IEA sepakat secara bulat untuk melepas sekitar 400 juta barel minyak mentah darurat. Jumlah tersebut setara dengan sekitar sepertiga dari total cadangan pemerintah yang dimiliki negara-negara anggota.
Pelepasan ini dua kali lipat lebih dibandingkan pelepasan terbesar IEA sebelumnya, dilansir dari The Guardian, Jumat, 13 Maret 2026. Pada 2022, IEA pernah melepas 182 juta barel minyak setelah invasi besar Rusia ke Ukraina.
“Pasar minyak bersifat global, sehingga respons terhadap gangguan besar juga harus bersifat global. Keamanan energi adalah mandat utama IEA, dan saya senang bahwa anggota IEA menunjukkan solidaritas yang kuat dengan mengambil tindakan tegas secara bersama,” ujar Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol.
IEA menyatakan minyak darurat tersebut akan disalurkan ke pasar global. Pasar saat ini kehilangan sekitar 15 juta barel per hari akibat terganggunya perdagangan melalui Selat Hormuz.
Pelepasan cadangan akan dilakukan sesuai kondisi nasional masing-masing negara anggota. Beberapa negara juga akan menambah langkah darurat tambahan untuk mendukung kebijakan tersebut.
Inggris berencana melepas sekitar 13,5 juta barel dari cadangan daruratnya. Sementara itu, Perdana Menteri Jepang mengatakan akan melepas sekitar 80 juta barel dari cadangan minyak nasional dan swasta.
Pelepasan tersebut akan dimulai pada 18 Maret untuk membantu menenangkan pasar minyak global. Korea Selatan juga akan melepas sekitar 22,46 juta barel minyak.
Sementara itu, pemerintah Jerman menyatakan akan menyumbang sekitar 19,51 juta barel dari cadangannya sebagai bentuk solidaritas antaranggota IEA. Gangguan di Selat Hormuz telah menghentikan pergerakan minyak melalui jalur perdagangan vital tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....