Tangguhkan Pembahasan BoP, Indonesia Fokuskan Keselamatan WNI di Timteng
- 07 Mar 2026 15:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia menangguhkan pembahasan mengenai Board of Peace atau Dewan Perdamaian (BoP). Menyusul eskalasi di Timur Tengah (Timteng) akibat perang Iran dan Israel yang didukung Amerika Serikat (AS).
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang mengungkapkan, saat ini pemerintah Indonesia terus melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap berbagai perkembangan di Timteng. Menurut Yvonne, sehingga dengan adanya konflik di kawasan itu, menjadikan fokus Indonesia adalah terkait upaya pelindungan WNI.
“Sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Menlu juga beberapa hari yang lalu bahwa segala pembahasan tentang BoP saat ini ditangguhkan atau istilahnya on hold. Fokus diplomasi Indonesia saat ini adalah memastikan keselamatan dan pelindungan kita terhadap WNI di wilayah terdampak konflik,” ujar Yvonne Mewengkang dalam press briefing, Jumat, 6 Maret 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.
“Dan, kita juga fokus untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif. Yakni dalam menghadapi dampak eskalasi tersebut,” katanya menekankan.
Yvonne menjelaskan, setiap keputusan terkait partisipasi Indonesia dalam berbagai mekanisme internasional akan didasarkan pada pertimbangan politik luar negeri bebas aktif. Termasuk, kepentingan nasional serta perkembangan situasi di lapangan.
Sedangkan, terkait kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi fasilitator dialog di tengah perang Iran dan Israel serta AS. Hal itu dikatakan Yvonne, akan terwujud apabila mendapatkan persetujuan dari seluruh pihak yang berkonflik.
“Sebagaimana telah disampaikan Presiden RI telah menawarkan diri untuk menjadi fasilitator dialog terkait situasi yang ada saat ini apabila ditsetujui oleh semua pihak. Hal ini tentunya konsisten dengan prinsip bebas aktif kita untuk terus mendorong penyelesaian damai dan mencegah meluasnya konflik,” ucap Yvonne menegaskan.
Sementara, Pemerintah Indonesia melalui KBRI Teheran dan KBRI Baku telah melakukan evakuasi terhadap 32 WNI dari Teheran, Jumat, 6 Maret 2026. Puluhan WNI itu telah tiba di Baku, Azerbaijan dengan selamat.
Adapun jumlah WNI yang terdata di KBRI Teheran saat ini sebanyak 329 orang. Para WNI itu sebagain besar merupakan mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di kota Qom.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....