Indonesia Sebut Ada Kemajuan dalam Negosiasi Code of Conduct Laut Cina Selatan

  • 23 Jul 2026 22:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia menyatakan pembahasan Code of Conduct (CoC) di Laut Cina Selatan (LCS) menunjukkan perkembangan positif.
  • Meski belum mencapai kesimpulan dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-59, negosiasi dinilai terus bergerak maju dengan target penyelesaian pada tahun ini.
  • Terkait LCS, Indonesia menegaskan ASEAN terus mendorong agar perundingan CoC dapat diselesaikan secara efektif, substantif, dan sesuai hukum internasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia menyatakan pembahasan Code of Conduct (CoC) di Laut Cina Selatan (LCS) antara ASEAN dan Tiongkok menunjukkan perkembangan positif. Meski belum mencapai kesimpulan dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-59, negosiasi dinilai terus bergerak maju dengan target penyelesaian pada tahun ini.

Salah satu fokus pembahasan dalam AMM ke-59 di Manila adalah hubungan ASEAN dengan para mitra serta upaya menjaga stabilitas kawasan. Dalam forum tersebut, Menlu RI kembali menegaskan pentingnya ASEAN menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga perdamaian dan stabilitas regional.

"Selain menghadiri pertemuan tingkat menteri luar negeri, juga diadakan beberapa pertemuan bilateral oleh Bapak Menlu. Dalam AMM kali ini, Bapak Menlu kembali menegaskan pentingnya kemampuan ASEAN dalam memberikan hasil nyata bagi masyarakat dan stabilitas di kawasan," kata Juru Bicara II Kemlu RI, Nabyl Mulachela dalam konferensi pers, Kamis, 23 Juli 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.

Terkait LCS, Indonesia menegaskan ASEAN terus mendorong agar perundingan CoC dapat diselesaikan secara efektif, substantif, dan sesuai hukum internasional. Khususnya, Konvensi PBB tentang Hukum Laut atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

"ASEAN juga terus mendorong agar Code of Conduct di Laut Cina Selatan bisa terselesaikan pada tahun ini secara efektif, secara substantif, dan berdasarkan hukum internasional. Khususnya UNCLOS 1982," ujar Nabyl menekankan.

Menanggapi perkembangan negosiasi, Nabyl mengakui pembahasan belum mencapai tahap final dalam pertemuan kali ini. Namun, menurut dia, proses perundingan telah mencatat kemajuan meski masih terdapat sejumlah isu yang harus disepakati oleh negara-negara yang terlibat.

"Mungkin belum konklusif dalam pertemuan ini, tapi memang akan diselesaikan tahun ini, yang penting hasilnya juga baik secara substantif. Ada kemajuan, tetapi tentu masih ada beberapa elemen yang perlu disepakati antara negara-negara yang terlibat dalam negosiasi," ucapnya.

ASEAN dan Tiongkok memulai negosiasi CoC LCS sejak Maret 2018 dengan pembacaan pertama (first reading) terhadap Single Draft COC Negotiating Text (SDNT). Sementara, di bawah Keketuaan Filipina 2026 kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan negosiasi pada tahun ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....