PM Anwar Ibrahim Mengonfirmasi akan Hadiri KTT D-8 di Jakarta
- 05 Mar 2026 07:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim akan menghadiri KTT Developing 8 (D-8) pada 15 April 2026 di Jakarta. Hal itu dikonfirmasi Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin saat ditemui Rabu, 4 Maret 2026, malam di Jakarta.
“InsyaAllah PM akan hadir untuk acara KTT D-8 nanti dan kami akan melakukan persiapan yang sebaik mungkin, agar lawatan beliau nanti berjalan dengan lancar. Dan, dapat mencapai objektif baik secara bilateral maupun dalam konteks kerjasama D-8 dalam memberi dukungan kepada keketuaan Indonesia sebagai Ketua D-8,” ujar Dubes Syed menjelaskan.
Menurut Dubes Syed, PM Anwar akan menyoroti berbagai hal terkait penguatan kerja sama ekonomi. Termasuk, menggali berbagai potensi kerja sama untuk penguatan perdagangan antar anggota D-8.
“Gagasan untuk bagaimana kita meningkatkan lagi kerja sama ekonomi ini terutamanya perdagangan intra di antara D-8 yang objektifnya untuk tahun 2030 adalah USD500 miliar. Sedangkan, sekarang kalau tidak salah saya 2024 hanya USD150 miliar jadi masih jauh, jadi memerlukan banyak tugasan dan kerja yang harus dilakukan oleh negara D-8,” ucapnya memaparkan.
Malaysia menilai, guna mencapai peningkatan volume perdagangan diperlukan adanya upaya memfasilitasi di antara anggota D-8 terkait berbagai lapisan yang perlu dikurangkan. Sehingga, di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, D-8 bisa menjadi satu pasar alternatif yang lebih bermanfaat untuk para negara anggota.
Terkait, pertemuan mengenai Palestina yang menjadi acara sampingan KTT D-8, Dubes Syed menyebut belum memiliki informasi lebih lanjut mengenai yang akan disampaikan Malaysia. Termasuk, jika dikaitkan dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian (BoP) yang merupakan inisiatif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Gaza, Palestina.
“Saya belum pasti ya, tapi ada acara sampingan mengenai Palestina dan anggota-anggota D-8 merupakan anggota-anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Jadi, sudah pasti akan dibincangkan dan melihat bagaimana kita mau mencari kedamaian di sana, baik melalui BoP, kepada bukan anggota BoP sudah ada platform-platformnya,” kata Dubes Syed.
“Termasuk, di PBB dan sebagainya, yang penting bagi Malaysia, Indonesia dan negara-negara lain juga, saya kira pendirian kita mengenai Palestina adalah sama. Hanya saja mungkin pendekatan yang diambil berbeda, tapi tujuannya sama,” ucapnya menegaskan.
KTT D-8 ke-12 di bawah Keketuaan Indonesia akan berlangsung pada 15 April 2026 di Jakarta. Namun, kegiatan ini akan diawali dengan pertemuan Tingkat Komisioner pada 12 – 13 April serta Tingkat Menlu pada 14 April 2026.
Sementara, Keketuaan Indonesia di organisasi kerja sama ekonomi, Developing 8 (D-8) dimulai pada 1 Januari 2026. Keketuaan Indonesia ini memfokuskan pada penguatan solidaritas dan kerja sama di Global South (Selatan Global).
Hal itu pun sejalan dengan tema utama yang diusung Indonesia dalam keketuaannya setelah Mesir. Yaitu, “Menavigasi Perubahan Global, Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama”.
D-8 dibentuk pada 15 Juni 1997 di Istanbul, dengan fokus pada kerja sama perdagangan, pertanian, energi, transportasi, pariwisata, dan industri. D-8 saat ini memiliki 9 negara anggota yaitu, Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan dan Turki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....