Iran Sayangkan Serangan Terjadi di Tengah Negosiasi Nuklir dengan AS
- 02 Mar 2026 23:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Iran menyayangkan serangan Israel yang didukung Amerika Serikat (AS), justru terjadi di tengah negosiasi nuklir. Adapun negosiasi nuklir Iran dan AS berlangsung secara tidak langsung yang difasilitasi Oman.
“Kali ini dua kali kami sudah melakukan negosiasi dan seperti yang disampaikan oleh pihak Oman. Bahwa ada indikasi kesepakatan awal antara AS dan Iran di tengah-tengah negosiasi yang sedang berlangsung di mediasi oleh pihak Oman,” kata Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi dalam konferensi pers, Senin, 2 Maret 2026, sore di kediaman dinas, Jakarta.
“Tetapi, lagi-lagi di tengah negosiasi AS bersama dengan rezim zionis menyerang negara kami.”
Boroujerdi mengungkapkan, sebelumnya Iran dihadapkan situasi yang sama pada 13 Juni 2025, saat Iran dan AS tengah melakukan negosiasi terkait nuklir. Serangan yang dikenal sebagai “Perang 12 Hari” itu terjadi saat negosiasi nuklir antara Iran dan AS memasuki putaran kelima.
“Sebelumnya lima kali atau lima putaran negosiasi telah kami lakukan dengan pihak AS dan sedang menantikan putaran ke enam. Tetapi, di tengah negosiasi mereka melakukan penyerangan terhadap Iran,” ujarnya menjelaskan.
Atas situasi yang terjadi, Iran disebut tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap AS dan Israel untuk melakukan negosiasi nuklir. “Dikarenakan, tidak ada jaminan bahwa di tengah negosiasi tidak terjadi perang dan mereka tidak menyerang Iran kembali,” kata Boroujerdi.
Selain, menurut Borourjerdi kepercayaan Iran untuk bernegosiasi dengan AS juga telah hilang. Dikarenakan, AS sebelumnya secara sepihak keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran 2015 atau JCPOA pada 8 Mei 2018 yang bahkan telah disetujui Dewan Keamanan PBB.
Sementara, Iran dan AS melakukan pembicaraan secara tidak langsung dengan Oman sebagai perantara terkait nuklir. Iran setuju untuk tidak pernah menimbun uranium yang diperkaya, kata Menlu Oman Badr bin Hamad Al Busaidi, yang menggambarkan perkembangan tersebut sebagai terobosan besar.
Menlu Oman mengatakan, ia percaya masalah dalam kesepakatan antara Iran dan AS, dapat diselesaikan secara damai dan komprehensif dalam beberapa bulan. Ungkapnya dalam wawancara dengan CBS News di Washington, DC, setelah Oman menjadi perantara putaran ketiga pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran pada Kamis, 26 Februari 2026 di Jenewa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....