Pemerhati Khawatir Serangan AS-Israel ke Iran Ancam Ekonomi Indonesia

  • 02 Mar 2026 16:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran menimbulkan kekhawatiran global. Peneliti CORE Indonesia, Azhar Syahida mengatakan, dampak serangan ini dapat berpotensi menekan ekonomi Indonesia.

Menurutnya, konflik di Timur Tengah ini dapat membawa risiko besar. Diantaranya, potensi lonjakan harga minyak mentah dunia.

Terlebih, lanjut dia, eskalasi konflik saat ini lebih besar dibanding serangan sebelumnya. "Saya kira konflik ini berdampak sangat negatif terhadap potensi kenaikan harga minyak dunia," ujarnya, saat diwawancara Pro 3 RRI, Minggu, 1 Maret 2026.

Ia mengatakan, Iran mengendalikan sekitar 25 persen perdagangan minyak dunia. Kawasan Selat Hormuz, lanjutnya, memegang peran penting dalam distribusi energi global.

“Saat ini harga minyak sekitar 72 dolar AS per barel. Namun, akan terjadi kenaikan yang signifikan jika konflik terus meluas,” katanya.

Kenaikan harga minyak dunia, menurut Azhar, akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk itu, ia menyarankan, pemerintah menyiapkan kebijakan fiskal yang adaptif dan responsif terhadap situasi yang tidak pasti.

Selain minyak, Azhar mengatakan, ketidakpastian global juga menghantui pasar keuangan. Investor, menurutnya, cenderung akan mencari asset yang aman.

Bahkan, tanda ketidakpastian mulai terlihat di pasar. "Harga emas dalam 10 hari terakhir ini naik sekitar 7 persen," ujarnya.

Untuk itu ia mendorong konsolidasi kebijakan moneter yang antisipatif. “Bank Indonesia perlu menawarkan insentif untuk para investor, terutama investor asing, agar nilai tukar rupiah tetap stabil,” katanya.

Diketahui, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan udara terhadap jantung pemerintahan Iran di Teheran, Sabtu, 28 Februari 2026. Dalam serangan ini, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia di kediamannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....