AS Tuntut Iran Tutup Fasilitas Nuklir Permanen

  • 27 Feb 2026 15:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Washington — Amerika Serikat menuntut Iran membongkar fasilitas nuklir utamanya dan menyerahkan seluruh stok uranium yang telah diperkaya. Tuntutan itu disampaikan dalam putaran ketiga pembicaraan nuklir yang digelar di Jenewa, dilansir dari Anadolu, Jumat, 27 Februari 2026.

Dalam perundingan tersebut, Washington meminta Teheran menutup tiga situs nuklir utama di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Selain itu, Iran juga diminta mentransfer sekitar 10.000 kilogram uranium yang diperkaya ke pihak AS.

Menurut laporan media Amerika, AS menegaskan bahwa setiap kesepakatan yang dicapai harus bersifat permanen dan tidak mengandung klausul kedaluwarsa. Washington juga menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap pengayaan uranium.

Namun, terdapat kemungkinan pengecualian terbatas dalam kebijakan tersebut. Pengecualian itu memungkinkan Iran mengoperasikan reaktor di Teheran untuk pengayaan tingkat sangat rendah yang ditujukan khusus bagi kepentingan medis.

Sehari sebelum perundingan terbaru, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Iran saat ini tidak sedang memperkaya uranium. Meski demikian, pemerintah AS hanya menawarkan pelonggaran sanksi yang minimal pada tahap awal.

Tambahan konsesi akan diberikan jika Iran dapat menunjukkan kepatuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Laporan Axios menyebutkan, pembicaraan di Jenewa berlangsung secara tidak langsung dan langsung antara negosiator kedua negara.

Namun, baik Washington maupun Teheran belum secara terbuka mengakui adanya jalur komunikasi langsung tersebut. AS juga memberi sinyal fleksibilitas terbatas terhadap tuntutan Iran untuk mempertahankan hak pengayaan.

Namun, Teheran harus mampu membuktikan bahwa tidak ada jalur menuju pengembangan senjata nuklir. Di luar isu nuklir, Washington pada akhirnya menginginkan Iran mengurangi program misil balistik serta dukungannya terhadap kelompok proxy di kawasan.

Namun, kedua isu tersebut untuk sementara disisihkan agar fokus pembahasan tetap tertuju pada program nuklir. Sesi di Jenewa menjadi yang terlama dari tiga putaran yang telah digelar di bawah mediasi Oman, berlangsung lebih dari tiga setengah jam.

Pihak Iran menggambarkan suasana perundingan sebagai intensif dan serius, meskipun menyoroti adanya pernyataan yang dinilai bertentangan dari sejumlah pejabat AS. Hingga akhir sesi, belum ada pernyataan resmi tambahan dari pihak Amerika Serikat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....