Pakistan Bombardir Afghanistan, Konflik Berubah Jadi Perang Terbuka
- 27 Feb 2026 15:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kabul — Pakistan melancarkan serangan udara ke Afghanistan dalam eskalasi besar konflik antara kedua negara bertetangga tersebut. Serangan dilaporkan menargetkan Kabul, Kandahar, dan Provinsi Paktia, melansir dari Al Jazeera, Jumat, 27 Februari 2026.
Islamabad mengklaim puluhan pejuang Taliban Afghanistan meninggal dunia. Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyebut situasi ini sebagai “perang terbuka” dan menegaskan bahwa kesabaran negaranya telah habis.
Menurut Asif, serangan tersebut merupakan respons atas apa yang disebutnya sebagai agresi dari pihak Afghanistan sebelumnya. Kabul mengonfirmasi adanya serangan, tetapi membantah adanya korban jiwa.
Di saat yang sama, baku tembak dan penembakan artileri dilaporkan terjadi di dekat perlintasan perbatasan Torkham. Sementara itu, pasukan Afghanistan terlihat bergerak menuju wilayah perbatasan.
Serangan udara terjadi pada dini hari waktu setempat dan memicu sistem pertahanan udara Afghanistan untuk melepaskan tembakan balasan. Pakistan mengklaim ratusan pejuang Taliban menjadi korban tewas dan luka-luka, serta menyebut sejumlah posisi berhasil direbut dan dihancurkan.
Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Sebelumnya, Afghanistan menyatakan telah lebih dulu menyerang posisi militer Pakistan di perbatasan.
Kementerian Pertahanan Afghanistan mengklaim puluhan tentara Pakistan meninggal dalam operasi tersebut. Sementara itu, Islamabad membantah sebagian tuduhan itu dan menegaskan bahwa korban sipil justru jatuh akibat serangan Afghanistan.
Hubungan kedua negara memburuk sejak bentrokan pada Oktober lalu yang menyebabkan lebih dari 70 orang meninggal. Pakistan menuduh Kabul melindungi kelompok Taliban Pakistan yang dituding melancarkan serangan lintas batas.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan dukungan penuh bagi angkatan bersenjata dan menegaskan bahwa kedaulatan negara akan dipertahankan. Di sisi lain, mantan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, menyerukan persatuan nasional dan mendesak Pakistan mengubah kebijakannya.
Serangan terbaru dinilai menunjukkan perubahan strategi militer Pakistan yang lebih agresif. Perserikatan Bangsa-Bangsa pun menyerukan de-eskalasi segera.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendesak kedua pihak mematuhi hukum internasional dan memastikan perlindungan warga sipil. Komunitas internasional kini mendorong Pakistan dan Afghanistan untuk kembali ke jalur diplomasi guna mencegah konflik yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....