PBB dan Yordania Desak Penegakan Gencatan Senjata Gaza

  • 26 Feb 2026 14:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jenewa — Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, menggelar pembicaraan telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Mereka membahas situasi di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, dilansir dari Xinhua, Kamis, 26 Februari 2026.

Dalam percakapan tersebut, keduanya menekankan pentingnya menegakkan dan mengimplementasikan secara penuh perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati. Safadi menyatakan bahwa pelaksanaan penuh gencatan senjata merupakan langkah mendesak untuk meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Selain itu, kedua pihak sepakat bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza harus ditingkatkan. Mereka menekankan pentingnya memastikan bantuan yang cukup, berkelanjutan, dan tanpa hambatan bagi warga sipil yang membutuhkan.

Pembahasan juga menyoroti meningkatnya ketegangan di Tepi Barat. Ayman Safadi memperingatkan terhadap apa yang ia sebut sebagai langkah-langkah ilegal Israel yang dinilai bertujuan mencaplok tanah Palestina.

Ia menyoroti penetapan wilayah tambahan sebagai “tanah negara” serta perluasan kewenangan atas izin pembangunan. Ia juga menyinggung prosedur pembongkaran di wilayah yang berada di bawah administrasi Otoritas Palestina.

Menurut Safadi, kebijakan tersebut berpotensi memperburuk situasi dan semakin melemahkan prospek perdamaian, termasuk mengikis kelayakan solusi dua negara. Ia menegaskan bahwa tindakan sepihak hanya akan memperdalam ketidakstabilan dan mempersempit ruang dialog politik.

Dalam pembicaraan itu, Yordania dan PBB sepakat bahwa diperlukan upaya regional dan internasional yang terkoordinasi untuk meredakan ketegangan. Keduanya juga menegaskan pentingnya mendorong jalur politik yang dapat menjaga keamanan dan stabilitas kawasan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....