Iran Kecam Pidato Trump, Diplomasi Tetap Berlanjut
- 26 Feb 2026 13:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Teheran — Iran mengecam pidato kenegaraan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan menyebut pernyataannya sebagai kebohongan terkait ambisi nuklir Teheran. Kecaman itu muncul setelah Trump menyampaikan peringatan keras terhadap Iran di tengah peningkatan pengerahan militer AS ke Timur Tengah.
Dalam pidatonya, Trump mengatakan ingin menyelesaikan ketegangan melalui jalur diplomasi, namun tetap menuduh Iran memperluas kemampuan rudalnya. Ia mengklaim rudal Iran dapat mengancam Eropa dan pangkalan AS di luar negeri, bahkan berpotensi menjangkau wilayah AS.
“Saya lebih memilih menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi,” tambah Trump. “Mereka ingin membuat kesepakatan. Tetapi kami belum mendengar kata-kata rahasia itu: kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.”
Trump juga menegaskan tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Ia menyebut Iran sebagai sponsor teror nomor satu di dunia, dilansir dari Fox News, Kamis, 26 Februari 2026.
Trump turut menyinggung serangan militer sebelumnya, termasuk operasi “Operation Midnight Hammer” Juni lalu, yang menurutnya telah melemahkan kemampuan Iran. Meski demikian, ia memperingatkan bahwa ancaman belum sepenuhnya hilang dan menuduh Teheran kembali mengejar ambisi nuklirnya.
Pemerintah Iran dengan tegas menolak tuduhan tersebut. Pejabat Iran menyebut pernyataan Washington sebagai propaganda, namun tidak menutup pintu diplomasi menjelang perundingan di Jenewa.
Iran memperingatkan bahwa setiap serangan militer AS, bahkan yang bersifat terbatas, akan dianggap sebagai agresi dan dibalas secara tegas. Washington dan Teheran dijadwalkan kembali menggelar perundingan nuklir di Jenewa, meski suasana hubungan kedua negara masih memanas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....