Zelenskyy Serahkan Usulan Perdamaian Ukraina kepada AS

  • 12 Agt 2026 14:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah menyerahkan proposal penghentian perang kepada Amerika Serikat pada Selasa, 11 Agustus 2026.
  • Ukraina meminta dukungan Amerika Serikat untuk memperkuat pertahanan udara guna melindungi negaranya dari serangan Rusia.
  • Proposal tersebut merupakan inisiatif diplomatik Ukraina untuk mencari jalan keluar dari konflik berkelanjutan dengan Rusia.

RRI.CO.ID, Kyiv — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan negaranya telah menyerahkan sejumlah usulan kepada Amerika Serikat untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Zelenskyy menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya pada Selasa, 11 Agustus 2026 malam.

Melansir dari Anadolu, ia mengatakan Ukraina telah menyampaikan proposal tersebut kepada pihak AS. Menurut Zelenskyy, Amerika Serikat dapat membantu memperkuat pertahanan Ukraina, terutama melalui sistem pertahanan udara.

Ia juga meminta Washington memberikan tekanan kepada Rusia agar mengubah rencana dan berhenti memperpanjang perang. Pernyataan Zelenskyy muncul ketika upaya perdamaian yang dimediasi AS sedang terhenti.

“Amerika dapat membantu memperkuat pertahanan kami, terutama melalui pertahanan udara, dan dapat memberikan tekanan kepada Rusia agar rencananya berubah, dari memperpanjang perang menjadi mempersiapkan diri untuk mengakhirinya,” tambah Zelenskyy.

Perang Rusia-Ukraina kini telah memasuki tahun kelima. Sebelumnya, Rusia dan Ukraina menggelar tiga putaran perundingan damai pada Januari dan Februari dengan mediasi Amerika Serikat.

Namun, pembicaraan tersebut kemudian terhenti tanpa menghasilkan penyelesaian akhir. Moskow dan Kyiv mengaitkan terhentinya perundingan dengan fokus AS terhadap Iran dan konflik bersenjata di Timur Tengah.

Ukraina terus mendorong dukungan Amerika Serikat dan jalur diplomatik sebagai upaya mengakhiri perang. Zelenskyy berharap tekanan terhadap Rusia dan penguatan pertahanan Ukraina dapat membantu membuka jalan menuju penyelesaian konflik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....