Iran dan AS Lanjutkan Negosiasi Nuklir untuk Kesepakatan

  • 25 Feb 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Teheran — Iran akan melanjutkan pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat dengan tujuan mencapai kesepakatan yang adil dan setara. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Selasa, 24 Februari 2026, dilansir dari Anadolu.

Araghchi menyatakan tekad Teheran untuk menyelesaikan pembicaraan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Putaran baru didasarkan pada pemahaman dari dua putaran sebelumnya yang berlangsung di Muskat dan Jenewa.

Putaran ketiga dijadwalkan digelar di Jenewa pada Kamis, 26 Februari 2026 dengan mediasi Oman. Setelah putaran terakhir, kedua pihak menilai pembicaraan positif dan sepakat pada prinsip-prinsip panduan yang diharapkan membuka jalan bagi kesepakatan.

Araghchi menekankan bahwa Iran memiliki keyakinan fundamental, negara itu tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir. Ia juga menegaskan bahwa rakyat Iran tidak akan melepaskan hak mereka untuk memanfaatkan teknologi nuklir damai.

Ia menyebut kesempatan ini sebagai peluang historis untuk mencapai kesepakatan yang memenuhi kepentingan bersama kedua belah pihak. Diplomasi harus menjadi prioritas utama dalam proses tersebut.

Teheran juga menunjukkan keseriusan melindungi kedaulatan negaranya di tengah kekhawatiran kemungkinan serangan AS. Araghchi menegaskan bahwa Iran membawa keberanian yang sama ke meja perundingan untuk mencari penyelesaian damai atas perbedaan dengan AS.

Pembicaraan ini berlangsung di tengah pembangunan militer besar-besaran AS di Teluk Persia. Selain itu, IRGC melakukan latihan militer ekstensif dalam beberapa hari terakhir.

Dalam wawancara dengan NPR, deputi Araghchi, Majid Takht-Ravanchi, menegaskan kesiapan Iran untuk mencapai kesepakatan secepat mungkin. Ia mengatakan Iran akan melakukan “apa pun yang diperlukan” untuk mewujudkan kesepakatan.

Delegasi Iran akan memasuki ruang perundingan dengan ketulusan penuh serta itikad baik, sambil berharap hal yang sama dibalas oleh Amerika. Takht-Ravanchi optimistis bahwa jika ada kemauan politik dari semua pihak, kesepakatan dapat dicapai dengan cepat.

Pembicaraan ini menandai upaya serius kedua negara untuk mengurangi ketegangan nuklir. Diplomasi menjadi kunci untuk menyelesaikan perbedaan dan mencegah konflik lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....