Konflik Lagi, Thailand dan Kamboja Saling Tuduh Baku Tembak

  • 25 Feb 2026 14:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Bangkok — Thailand dan Kamboja kembali saling tuduh terkait insiden baku tembak di wilayah perbatasan pada Selasa, 24 Februari 2026. Insiden ini menandai meningkatnya ketegangan meski kedua negara sebelumnya telah menyepakati gencatan senjata pada Desember, dilansir dari Al Arabiya.

Militer Thailand menyatakan pasukannya bertukar tembakan dengan pasukan Kamboja dan menuduh Phnom Penh melanggar kesepakatan tersebut. Sementara itu, pihak Kamboja membantah penggunaan senjata apa pun.

Menurut pernyataan militer Thailand, pasukan Kamboja menembakkan satu peluru granat 40 mm di dekat patroli Thailand di provinsi perbatasan Sisaket. Tembakan tersebut memicu tembakan balasan.

Juru bicara militer Winthai Suvaree menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata. Kesepakatan tersebut sebelumnya telah mengakhiri beberapa pekan bentrokan.

Menteri Informasi Kamboja Neth Pheaktra membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak benar serta menyesatkan publik. Ia menegaskan, negaranya tetap berkomitmen pada perjanjian gencatan senjata dan memperingatkan tuduhan sepihak dapat merusak kepercayaan kedua pihak.

Militer Thailand menyatakan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. Mereka menyebut tembakan dari peluncur granat dilakukan sebagai peringatan dan langkah membela diri.

Pihak Thailand juga menduga insiden terjadi akibat rotasi pasukan Kamboja yang mungkin belum memahami prosedur di lapangan. Di sisi lain, juru bicara kementerian pertahanan Kamboja Maly Socheata mengatakan tim penghubung militer kedua negara segera melakukan pembahasan.

Pembahasan dilakukan setelah laporan ledakan dan tembakan muncul. Ia menegaskan bahwa pasukan Kamboja tidak menembakkan senjata seperti yang dituduhkan.

Ketegangan ini terjadi di tengah sengketa perbatasan yang telah berlangsung puluhan tahun. Konflik tersebut berakar pada penetapan batas wilayah era kolonial Prancis sepanjang sekitar 800 kilometer.

Bentrokan tahun lalu menewaskan puluhan orang dan menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi. Sementara itu, kedua negara masih saling menuduh pelanggaran kesepakatan dan perebutan wilayah.

Meski telah sepakat menghentikan pertempuran, Thailand dan Kamboja masih harus menyelesaikan konflik lama yang belum menemukan titik temu. Karena itu, potensi eskalasi di perbatasan tetap menjadi perhatian kawasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....