Oman Konfirmasi Putaran Baru Pembicaraan Nuklir Iran-AS

  • 24 Feb 2026 15:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Muscat — Oman mengonfirmasi putaran baru pembicaraan nuklir Amerika Serikat dan Iran akan berlangsung pada Kamis, 24 Februari 2026 di Jenewa. Putaran ini difasilitasi oleh Oman dan menunjukkan harapan adanya kemajuan diplomatik meskipun ketegangan di kawasan meningkat.

Melansir dari Euro News, Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan kemungkinan serangan terbatas terhadap Iran. Baik Iran maupun AS telah memberi sinyal kesiapan menghadapi perang jika pembicaraan mengenai program nuklir Teheran gagal.

Oman sebelumnya juga menjadi fasilitator pembicaraan tidak langsung terkait program nuklir Iran. Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, secara resmi mengonfirmasi jadwal pembicaraan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa ia akan bertemu utusan AS Steve Witkoff di Jenewa. Ia menyatakan masih ada peluang baik untuk mencapai solusi diplomatik terkait isu nuklir.

Dalam beberapa minggu terakhir, AS telah mengirim dua kapal induk ke Timur Tengah, bersama dengan pesawat dan kapal lainnya. Pertahanan udara AS di kawasan juga diperkuat untuk mendukung ancaman intervensi militer.

Ancaman militer AS meningkat setelah protes nasional di Iran memicu penindasan besar-besaran, yang menurut kelompok HAM menewaskan ribuan orang. Pada Minggu, 22 Februari 2026, mahasiswa Iran menggelar aksi pro- dan anti-pemerintah.

Aksi tersebut digelar dengan tujuan untuk memperingati para korban yang tewas dalam protes sebelumnya. Araghchi menegaskan bahwa Iran masih menyusun draft proposal kesepakatan yang dapat mencegah tindakan militer.

Presiden Trump kembali memperingatkan kemungkinan serangan terbatas jika pembicaraan gagal. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, negosiasi menghasilkan “sinyal menggembirakan” dan menambahkan bahwa Teheran mempersiapkan semua skenario potensial.

AS menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir maupun kemampuan untuk membuatnya. Namun, Araghchi menyatakan Iran memiliki hak untuk memperkaya uranium.

Ia juga mengatakan bahwa pihak AS tidak meminta pengayaan nol dalam putaran terbaru pembicaraan. Fokus pembicaraan adalah memastikan program nuklir Iran tetap damai selamanya.

Iran berkomitmen melaksanakan langkah-langkah membangun kepercayaan sebagai imbalan atas keringanan sanksi ekonomi. Meskipun Iran menegaskan program nuklirnya damai, AS dan pihak lain mencurigai program itu bertujuan mengembangkan senjata di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....