Paviliun Indonesia Tampilkan Produk Pangan Organik di Kanada

  • 24 Feb 2026 12:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Vancouver - Konsul Jenderal RI Vancouver Nina Kurnia Widhi memperkenalkan aneka produk organik unggulan nasional pada pameran dagang di Kanada. Paviliun Indonesia mempromosikan komoditas sehat mulai dari teh hingga keripik tempe dalam ajang bergengsi tersebut.

Pemerintah berupaya keras memperluas jangkauan pasar makanan alami menuju kawasan Amerika Utara secara berkelanjutan. Kolaborasi antara Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver menjadi kunci utama dalam mendorong ekspor produk bersertifikasi organik.

“Partisipasi Paviliun Indonesia pada Canadian Health Food Association (CHFA) merupakan keempat kalinya. Kegiatan ini akan terus dilanjutkan untuk mendorong produk alami dan organik Indonesia ke Kanada bersama KJRI dan ITPC Vancouver,” ujar Nina, Selasa, 24 Februari 2026.

Kepala ITPC Vancouver Silvi Mustikawati menilai pameran internasional merupakan peluang emas bagi industri makanan domestik. Pihaknya menargetkan realisasi transaksi perdagangan mencapai angka 7,6 juta dolar Amerika Serikat dari ajang ini.

Pasar Kanada yang sangat kompetitif menuntut Indonesia untuk selalu mengutamakan kualitas bahan baku pilihan. Produk minuman dan makanan sehat asal tanah air kini mulai dilirik oleh para distributor mancanegara.

“Kami berharap potensi transaksi perdagangan sebesar USD 7,6 juta dari pameran ini dapat terealisasi. Harapan tersebut menjadi dorongan bagi peningkatan kinerja ekspor,” ujar Silvi.

Total perdagangan antara Indonesia dan Kanada menyentuh angka 4,36 miliar dolar pada periode tahun lalu. Nilai tersebut mengalami kenaikan signifikan sebesar 22 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

Ekspor Indonesia ke Kanada juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 17,68 persen secara tahunan. Implementasi perjanjian ekonomi komprehensif kedua negara diharapkan mampu semakin meningkatkan volume perdagangan pada masa depan.

“Angka tersebut mencerminkan potensi besar yang dapat dikembangkan melalui sinergi berbagai pihak dan partisipasi aktif dalam pameran dagang seperti CHFA Natural Organic Wellness (NOW). Potensi itu dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement setelah memasuki masa implementasi,” kata Silvi.

CEO PT Azaki Food International Cucup Ruhiyat membawa misi besar untuk memperkenalkan tempe ke panggung dunia. Partisipasi langsung ini memberikan wawasan mendalam mengenai standar kualitas serta preferensi konsumen di pasar Kanada.

Pihak swasta sangat mengapresiasi dukungan pemerintah dalam mempertemukan pelaku usaha dengan para pembeli potensial. Inovasi produk pangan berbasis nabati menjadi daya tarik utama bagi distributor yang peduli terhadap kesehatan.

"Melalui partisipasi langsung ini, kami memperoleh insight lebih mendalam mengenai persyaratan pasar dan preferensi konsumen. Kami juga memahami standar kualitas serta ekspektasi terhadap inovasi produk," ujar Cucup.

Nilai pasar produk organik Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh sebesar 7,8 persen setiap tahunnya. Proyeksi ini memberikan landasan kuat bagi pengusaha lokal untuk semakin berani merambah pasar internasional.

Nilai pasar organik tanah air diperkirakan mampu mencapai angka 1,67 miliar dolar pada tahun 2028. Penguatan posisi ekspor menjadi sangat strategis mengingat tingginya minat masyarakat dunia terhadap produk berkualitas tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....