Menlu: RI Tak Wajib Bayar USD 1 Miliar ke BoP
- 21 Feb 2026 22:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Washington DC — Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan tidak ada kewajiban anggota untuk membayar kontribusi USD 1 miliar atau Rp 16,9 triliun kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Sugiono mengungkap bahwa BoP pernah menawarkan calon anggotanya untuk membayar biaya kontribusi sebesar USD 1 miliar namun biaya itu bukan merupakan keharusan alias sukarela.
Sugiono menegaskan Indonesia belum memberikan dana apapun kepada BoP. Menurutnya, Indonesia menjadi anggota Dewan Perdamaian Gaza tersebut tanpa harus memberikan kontribusi dalam bentuk finansial.
"Dari awal saya bilang ini namanya bukan iuran keanggotaan, bukan syarat keanggotaan. Kita sekarang sudah anggota (Board of Peace) jadi tidak perlu bayar juga tidak apa-apa," ujar Sugiono, Jumat, 20 Februari 2026 waktu setempat.
Menlu Sugiono telah mengonfirmasi bahwa Indonesia belum menyumbang iuran bagi rekonstruksi Gaza, yang nilainya diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sugiono mengatakan bahwa iuran tersebut adalah sumbangan lain di luar kontribusi keanggotaan sebesar USD 1 miliar.
Sembilan negara, yakni Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi. Selanjutnya Uzbekistan, dan Kuwait, telah menyatakan komitmen kontribusi dengan total mencapai USD 7 miliar.
"Jadi kemarin yang dibicarakan ini on top of USD 1 miliar itu. Ada negara-negara lain yang ingin kontribusi di situ, dan sudah ada pledge USD 7 miliar," ujarnya.
Menurut Sugiono, masing-masing anggota Board of Peace memiliki kontribusi yang berbeda-beda untuk Gaza. Indonesia akan berkontribusi melalui pengerahan pasukan yang tergabung International Stabilization Force (ISF), yakni operasi militer gabungan lintas negara yang bertujuan menstabilkan lingkungan sipil di Gaza.
Dalam misi tersebut, Sugiono menegaskan Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun aksi militer. Melainkan fokus menjaga stabilitas sipil dan mendukung upaya kemanusiaan.
Sugiono menjelaskan dana anggota BoP diantaranya juga akan digunakan membiayai operasional pasukan perdamaian untuk Gaza. Pemerintah Indonesia akan mengeluarkan dana untuk pasukan asal Indonesia.
"Jadi kontribusinya ada yang dalam bentuk uang, ada yang pasukan. Keuangan ada yang akan digunakan untuk biaya operasional (pasukan) dan kita akan mengeluarkan biaya," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....