ASEAN Siapkan Deklarasi Pemimpin untuk Dorong UMKM Berbasis AI
- 20 Jul 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- ASEAN tengah mempersiapkan Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang Pertumbuhan UMKM Berbasis Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).
- Deklarasi ini diharapkan menjadi pijakan kawasan dalam mempercepat transformasi digital UMKM sekaligus memperkuat daya saing ekonomi ASEAN di era AI.
- ASEAN juga telah merampungkan perundingan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang dijadwalkan ditandatangani pada November tahun ini di Filipina.
RRI.CO.ID, Shanghai - ASEAN tengah mempersiapkan Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang Pertumbuhan UMKM Berbasis Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI). Deklarasi ini ditargetkan diadopsi pada KTT ASEAN ke-49 di Filipina pada November 2026.
Deklarasi ini diharapkan menjadi pijakan kawasan mempercepat transformasi digital UMKM sekaligus memperkuat daya saing ekonomi ASEAN di era AI. Demikian disampaikan Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn, di sela-sela World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026, Tiongkok, Sabtu, 18 Juli 2026.
"Kami tengah menyusun Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang Pertumbuhan UMKM Berbasis AI, beserta rencana aksinya. Yang ditargetkan untuk diadopsi pada KTT ASEAN ke-49 pada November mendatang," ujar Sekjen Kao dalam pernyataannya dikutip Senin, 20 Juli 2026.
Menurut Kao, deklarasi tersebut akan menjadi landasan bagi pembangunan masa depan digital ASEAN yang lebih inklusif. Dokumen itu juga akan diarahkan untuk memperkuat pengembangan talenta AI, meningkatkan kesiapan UMKM dalam mengadopsi teknologi baru.
"Deklarasi tersebut akan membentuk masa depan digital ASEAN yang inklusif melalui pengembangan talenta AI dan peningkatan kesiapan UMKM di kawasan. Dengan dukungan kemitraan antara sektor publik dan swasta," katanya menjelaskan.
Kao menilai pengembangan AI tidak lagi sekadar isu teknologi, melainkan bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi kawasan. Karena itu, forum tingkat tinggi di Shanghai menjadi momentum bagi negara-negara untuk menyusun tata kelola AI.
"Kita berada pada momen yang sangat menentukan, baik bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang. Kekuatan transformatif AI membawa tanggung jawab bersama yang besar untuk mengarahkan dampaknya secara bijaksana,” ucap Sekjen ASEAN.
“Kemudian, memastikan AI melayani umat manusia dengan tujuan yang jelas, dipandu oleh prinsip-prinsip etika dan praktik yang inklusif. Serta, memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan," ujarnya.
Ia menambahkan, ASEAN dan Tiongkok memiliki posisi strategis untuk memimpin pengembangan tata kelola AI yang inklusif. Menurutnya, pengalaman ASEAN membangun kerangka tata kelola AI dapat menjadi dasar bagi kerja sama yang lebih erat.
"Kemitraan kita dapat membantu memastikan bahwa tata kelola AI tidak hanya dibentuk oleh negara-negara adidaya. Tetapi, juga oleh koalisi yang lebih luas yang memahami beragam kebutuhan serta tahapan pembangunan di kawasan maupun di tingkat global," katanya.
Ekonomi digital ASEAN diperkirakan telah melampaui USD300 miliar pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi USD2 triliun pada 2030. Sementara itu, ekonomi digital Tiongkok telah mencapai sekitar USD9,7 triliun pada 2024 atau lebih dari separuh produk domestik bruto (PDB)-nya.
ASEAN juga telah merampungkan perundingan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang dijadwalkan ditandatangani November mendatang di Filipina. AI menjadi salah satu fokus utama untuk mendukung transformasi ekonomi digital kawasan, dengan potensi meningkatkan PDB ASEAN hingga 18 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....