Menlu Jelaskan Alasan Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF

  • 21 Feb 2026 14:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Washington — Indonesia ditunjuk untuk mengambil peran sebagai wakil komandan International Stabilization Force (ISF). Penunjukan ini diumumkan dalam pertemuan Board of Peace di Washington oleh Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers.

Menteri Luar Negeri Sugiono membeberkan, alasan ditunjuknya Indonesia menjadi Wakil Komandan dalam misi ISF yang akan bertugas di Gaza. Menurutnya, dalam praktik umum misi perdamaian, negara dengan jumlah pasukan terbesar biasanya mendapat kehormatan memegang posisi komando.

Selain itu, lanjut dia, setidaknya negara tersebut juga memperoleh jabatan penting dalam struktur kepemimpinan. Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam keterangannya di Washington, Amerika Serikat, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurutnya, Indonesia berencana mengirim lebih dari 8.000 prajurit sehingga wajar memperoleh posisi Deputy Commander bidang operasi. Adapun, jabatan komandan utama tetap dipegang oleh Amerika Serikat dalam kerangka Dewan Perdamaian.

"Ada tiga Deputy Commander, salah satunya adalah Deputy Commander bidang operasi dan karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di sana. Deputy Commander Operasi ini juga merupakan sesuatu yang ya, penghormatan," katanya, menjelaskan.

Menurutnya, posisi ini merupakan bentuk penghargaan atas rekam jejak Indonesia yang aktif dalam berbagai misi penjaga perdamaian internasional. Selain itu, jabatan tersebut akan membantu memfasilitasi tujuan Indonesia dalam berkontribusi pada stabilitas kawasan.

Ia mengatakan, pasukan Indonesia akan beroperasi sesuai aturan keterlibatan yang memungkinkan tindakan pembelaan diri apabila terjadi serangan. Pengiriman pasukan akan dilakukan secara bertahap seiring perkembangan situasi di lapangan.

Menurut komando ISF, pasukan akan ditempatkan di lima sektor utama, yakni Gaza Utara, Kota Gaza, Deir al-Balah, Khan Yunis, dan Rafah. Total kekuatan pasukan diperkirakan mencapai sekitar 20.000 personel atau lebih di seluruh sektor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....