Raelene Reo Harumkan Indonesia di Panggung Eropa

  • 21 Feb 2026 12:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Den Haag - Dari ruang-ruang konser megah Eropa, alunan biola dan piano dua remaja diaspora Indonesia menggema membawa nama bangsa. Raelene Pramana (11) dan Reo Pramana (15) membuktikan bahwa talenta, disiplin, dan identitas kebangsaan dapat berpadu dalam prestasi kelas dunia.

Bermukim dan menempuh pendidikan di Den Haag, Belanda, kakak-beradik ini menorehkan capaian gemilang di panggung musik klasik internasional. Lewat kompetisi bergengsi, konser lintas negara, hingga forum diplomatik, keduanya tampil sebagai jembatan budaya Indonesia–Belanda.

“Setiap tampil, saya selalu ingat bahwa saya membawa nama Indonesia. Itu membuat saya ingin memberikan yang terbaik,” ujar Raelene, Sabtu, 21 Februari 2026.

Raelene mulai belajar biola sejak usia lima tahun di Royal Conservatoire The Hague. Saat ini ia menempuh pendidikan di Academie Muzikaal Talent serta mendapat bimbingan maestro biola Ilya Grubert.

Ia juga mengikuti berbagai masterclass internasional dan tampil di gedung konser ternama seperti Concertgebouw Amsterdam. Pengalaman tersebut membentuk kematangan musikalnya di usia yang masih sangat muda.

Prestasi terbarunya diraih setelah menjadi juara pertama kategori Iordens A (usia 10–12 tahun) dalam Nederland Vioolconcours 2026. Sebelumnya, ia meraih juara ketiga pada International Anton Rubinstein Competition for Junior Violin 2024 di Düsseldorf, Jerman.

Dalam enam bulan terakhir, Raelene tampil di sejumlah program televisi nasional Belanda dan berkesempatan bertemu langsung dengan Queen Máxima. Ia juga tampil di hadapan Prince Constantijn usai memenangkan kompetisi nasional tersebut.

Sementara itu, Reo mengawali perjalanan musiknya dari paduan suara anak di Den Haag sebelum mendalami piano dan biola. Kini ia menempuh pendidikan di Conservatorium van Amsterdam dan aktif sebagai komposer muda.

Reo meraih Ontwikkelingsprijs (2023) dan Gaudeamus Prijs (2024) dalam Prinses Christina Klassiek Concours. Ia juga memenangkan Prinses Christina Compositie Concours 2024, dengan karya yang telah dipentaskan di sejumlah negara Eropa.

Pada Juli 2024, Reo mengikuti program komposisi musim panas di Juilliard School, New York. Pengalaman tersebut memperluas jejaring dan perspektif artistiknya di tingkat global.

“Musik adalah cara saya memperkenalkan identitas Indonesia. Dalam bahasa yang bisa dipahami dunia,” kata Reo.

Tak hanya berkiprah di luar negeri, keduanya juga tampil dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-78 di Istana Negara pada 2023. Mereka membawakan lagu-lagu nasional Indonesia dalam suasana khidmat perayaan kenegaraan.

Kiprah Raelene dan Reo juga hadir dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan diplomasi, termasuk acara yang menampilkan karya komponis Indonesia Ananda Sukarlan. Penampilan mereka mempertegas peran strategis generasi muda diaspora sebagai duta budaya.

Di tengah jadwal latihan yang padat, keduanya tetap menjalani kehidupan remaja pada umumnya. Raelene gemar berolahraga, sementara Reo menaruh minat pada pemrograman komputer.

Orang tua mereka, Reza Prama menegaskan bahwa pencapaian anak-anaknya bukan semata soal kompetisi. Menurutnya, proses, disiplin, dan karakter jauh lebih utama daripada sekadar gelar juara.

“Kami selalu menanamkan bahwa sebesar apa pun panggungnya, mereka tetap anak Indonesia. Prestasi itu penting, tapi karakter dan kecintaan pada Tanah Air jauh lebih utama,” ujarnya.

Reza menambahkan, kehidupan di Belanda memberikan akses pendidikan musik yang baik, namun nilai-nilai Indonesia tetap menjadi fondasi di rumah. Setiap kali Raelene dan Reo memainkan lagu Indonesia di luar negeri, itu menjadi momen kebanggaan tersendiri bagi keluarga.

Prestasi kakak-beradik ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri. Mereka menunjukkan bahwa kerja keras, disiplin, dan kecintaan pada Tanah Air dapat berjalan beriringan di panggung dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....