Perayaan Imlek di Taiwan Berlangsung Meriah

  • 18 Feb 2026 13:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Taiwan berlangsung meriah. Warga Taiwan memanfaatkan momen Imlek dengan pulang kampung dan pemerintah menetapkan libur panjang panjang Imlek mulai 14-22 Februari 2026.

Seorang mahasiswa Indonesia di Taiwan, Harry mengatakan suasana Imlek sama dengan suasana Idul Fitri di Indonesia. Kota-kota besar sepi ditinggal warganya yang mudik ke kampung halaman.

"Banyak perantau terutama di Kota Taipei yang mudik pulkam kayak lebaran di Indonesia. Kota-kota seperti Taipei, Hsinchu terasa sepi selama Imlek karena semua pulang libur sejak 14 Februari 2026," kata Harry kepada RRI.CO.ID, Kamis, 18 Februari 2026.

Suasana disalah satu lalu lintas di Taiwan yang lengang ditinggal warganya yang pulang kampung.

Harry mengatakan toko-toko pribadi tutup namun untuk bagian pelayanan dan hiburan tetap beroperasi seperti biasa. Harry menjelaskan kemeriahan Imlek terlihat di berbagai sudut kota di Taiwan.

Perayaan Imlek dimeriahkan dengan berbagai event seperti pertunjukan lampion, kembang api, drone, kuliner, bazaar dan pameran Chinese New Year . Suasana semakin meriah dengan masyarakat yang berbelanja karena pihak pusat perbelanjaan memberikan potongan harga atau diskon besar-besaran selama Imlek.

"Semua orang pasti pulang untuk makan malam bersama di malam Imlek, banyam event-event besar dan acara besar, sehingga jadi daya tarik tersendiri. Promo besar-besaran, sehingga banyak belanja disaat Imlek," ujarnya.

Bagi rakyat Taiwan, Imlek menjadi momen berkumpul bersama keluarga besar, makan bersama di restoran atau rumah. Tidak heran, restoran selalu ramai atau full booked oleh pengunjung yang merayakan Imlek bersama keluarga.

Umumnya mereka makan dengan konsep hotpot (huoguo 火鍋) yang berisikan sayur mayur, daging sapi dan daging babi. Makan hotpot menjadi tradisi bagi masyarakat di Asia Timur, mereka duduk satu meja menikmati hidangan di hotpot dengan suasana kekeluargaan yang sangat kuat.

"Semua habis diborong (di pusat perbelanjaan ) untuk makan hotpot di rumah bersama keluarga besar. Terus ada bagi-bagi angpao kepada sanak saudara," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....