Menbud: Hubungan Diplomatik Indonesia-Maroko Terjalin sejak Abad Ke-14
- 29 Jul 2026 10:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia dan Maroko memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama di bidang kebudayaan yang telah berlangsung sejak berabad-abad lalu.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan hubungan diplomatik Indonesia dan Maroko telah terjalin sejak abad ke-14. Ini dibuktikan dengan kedatangan Ibnu Batutah pada 1345 saat mengunjungi Kerajaan Samudra Pasai.
“Hubungan diplomatik kedua negara sudah sangat panjang, bukan hanya 70 tahun,” ujarnya, Selasa 28 Juli 2026. “Saat itu seorang penjelajah Maroko, Ibnu Batutah, datang dan menuliskan pengalamannya saat mengunjungi Samudera Pasai.”
Fadli menambahkan usai berkunjung pada abad ke-14, Ibnu Batutah memperkenalkan Nusantara, khususnya wilayah Sumatra, kepada dunia. Hal itu dilakukannya melalui buku catatan perjalanan legendarisnya yang berjudul Ar-Rihlah.
Melalui buku catatan tersebut, Ibnu Batutah memberikan kesaksian berharga mengenai kemajuan peradaban di Asia Tenggara. Salah satunya dengan mengenalkan Samudera Pasai sebagai pusat kerajaan Islam yang maju dan berdaulat.
Seiring berjalannya waktu, hubungan Indonesia dan Maroko semakin berkembang. Hal itu ditandai dengan kedekatan budaya dari dua negara tersebut.
“Saya beberapa kali berkunjung ke Maroko dan melihat kedekatan budaya kita luar biasa,” ujar Fadli. “Dalam hal ini, budaya menjadi salah satu jembatan hubungan kedua negara.”
Kementerian Kebudayaan sebelumnya menggelar pertunjukan musik bertajuk “Cultural Evening: A Musical Bridge between Morocco & Indonesia” di Jakarta. Pertunjukan yang berlangsung Selasa 28 Juli 2026 itu menjadi bagian perayaan persahabatan dan kerja sama budaya Indonesia dan Maroko.
Fadli berharap kolaborasi seni musik antara Indonesia dan Maroko menjadi tanda hubungan diplomatik kedua negara menjadi lebih baik. Direktorat Jenderal Diplomasi Kebudayaan, Promosi, dan Kerja Sama akan mengoordinasikan berbagai program kemitraan dengan negara-negara sahabat.
Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, juga menekankan pentingnya diplomasi budaya. Menurut dia, ini menjadi salah satu prioritas penting untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
“Kesamaan nilai budaya menjadi fondasi kuat dalam membangun kerja sama Maroko dan Indonesia,” ujarnya. “Hubungan ini harus terus berkembang melalui berbagai program pertukaran budaya dan kolaborasi seni.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....