Iran Tegaskan Belum Terima Proposal Nuklir dari AS

  • 13 Feb 2026 13:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Teheran - Seorang pejabat keamanan senior Iran menyatakan, Teheran hingga kini belum menerima proposal nuklir yang jelas dari Amerika Serikat. Negosiasi tidak langsung antara kedua negara masih terus berlangsung, dilansir dari Xinhua, Jumat, 13 Februari 2026.

Pernyataan ini disampaikan pada Rabu, 11 Februarri 2026, oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Ali Larijani. Komentar Larijani menanggapi putaran pertama pembicaraan nuklir yang diperbarui, yang digelar di Muscat, ibu kota Oman, pada Jumat lalu.

Ia menggambarkan, pertemuan tersebut hanya sebagai pertukaran pesan semata dan menekankan negosiasi masih terus berjalan. Larijani menyambut upaya regional untuk mendukung pembicaraan dan menegaskan kembali komitmen Iran terhadap jalur diplomasi.

Larijani menilai partisipasi AS dalam pembicaraan sebagai pergeseran menuju “jalan yang rasional”. Namun, ia memperingatkan, setiap serangan dari AS akan memicu balasan terhadap pangkalan militer Amerika di kawasan.

Ia juga menegaskan, fokus pembicaraan sepenuhnya pada program nuklir Iran, dan isu lain tidak termasuk dalam negosiasi. Kepala SNSC itu menolak kemungkinan penghentian total pengayaan uranium di wilayah Iran, dengan alasan kebutuhan domestik untuk energi dan farmasi.

Larijani juga menuduh Israel berusaha menggagalkan negosiasi dan mendestabilisasi kawasan. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Selain itu juga ada penumpukan militer AS di kawasan, meskipun ada upaya diplomatik baru-baru ini. Larijani menekankan bahwa pertemuan di Muscat hanyalah awal dari serangkaian pembicaraan yang lebih panjang.

Ia menyoroti pentingnya kesabaran dalam negosiasi dan berharap AS segera memberikan proposal yang jelas. Iran menegaskan tidak akan mengorbankan kepentingan nasionalnya dalam setiap kesepakatan yang mungkin dicapai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....