Kamboja Tutup Hampir 200 Pusat Penipuan Internasional
- 12 Feb 2026 14:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Phnom Penh — Kamboja menutup hampir 200 pusat penipuan dalam beberapa pekan terakhir sebagai bagian dari tindakan keras terhadap kejahatan penipuan lintas negara. Pemerintah menyebut sekitar 190 lokasi telah disegel sejak kampanye dimulai akhir tahun lalu, dilansir dari Bangkok Post, Kamis, 12 Februari 2026.
Sebanyak 173 tokoh senior kejahatan ditangkap dan 11.000 pekerja dideportasi dalam operasi tersebut. Sebagai bagian dari upaya menunjukkan keseriusan penindakan, pemerintah memberikan akses langka kepada media.
Akses tersebut diberikan ke salah satu kompleks di Provinsi Kampot, dekat perbatasan Vietnam. Di lokasi tersebut, terdapat ruang kerja besar dengan deretan komputer dan meja yang dipenuhi dokumen berisi instruksi untuk menipu korban.
Selain itu, ditemukan bilik studio untuk melakukan panggilan telepon serta kantor polisi India palsu yang diduga digunakan untuk meyakinkan korban. Hingga kini, Kedutaan Besar India di Phnom Penh belum memberikan komentar.
Otoritas menyatakan tidak ada penangkapan yang dilakukan di kompleks My Casino di Kampot. Para pekerja dilaporkan melarikan diri setelah penahanan Ly Kuong, yang disebut sebagai bos yang diduga terlibat dalam operasi tersebut.
Polisi mengaku kekurangan personel untuk menghentikan ribuan orang yang meninggalkan lokasi tersebut. Diperkirakan antara 6.000 hingga 7.000 orang pergi dalam waktu bersamaan.
Di Provinsi Kampot, hanya terdapat sekitar 1.000 polisi dan 300 polisi militer, jumlah yang dinilai tidak mencukupi untuk mengendalikan situasi. Ribuan pekerja yang melarikan diri dilaporkan berupaya kembali ke negara asal mereka.
Sebagian di antara mereka diduga merupakan korban perdagangan manusia yang dipaksa bekerja dalam kondisi buruk. Amnesty International menyebut situasi ini sebagai krisis kemanusiaan.
Pemerintah Kamboja menyatakan bahwa kampanye terbaru ini memiliki cakupan lebih luas dibandingkan upaya sebelumnya. Kampanye tersebut berfokus pada penutupan lokasi dan penahanan tokoh-tokoh senior yang terlibat dalam jaringan penipuan internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....