Ribuan Pasien Gaza Terancam Akibat Runtuhnya Sistem Kesehatan
- 10 Feb 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Gaza — Ribuan pasien dan korban luka di Jalur Gaza menghadapi nasib yang tidak pasti akibat runtuhnya sistem layanan kesehatan. Sumber-sumber medis menyebutkan hanya sedikit rumah sakit yang masih beroperasi, dilansir dari Arab News, Selasa, 10 Februari 2026.
Fasilitas kesehatan yang tersisa kesulitan mempertahankan layanan dan berubah menjadi ruang tunggu bagi ribuan pasien yang membutuhkan perawatan. Krisis ini digambarkan sebagai “kehancuran kesehatan” yang membuat kelangsungan pelayanan medis menjadi sebuah “keajaiban harian.”
Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi upaya pemulihan sistem kesehatan di Gaza. Berbagai layanan spesialis kini nyaris lumpuh, termasuk perawatan kanker dan hematologi.
Kekurangan parah obat-obatan dan perlengkapan medis semakin memperburuk situasi. Bahkan obat pereda nyeri paling sederhana kini menjadi kemewahan yang sulit dijangkau.
Pasokan obat yang masuk ke rumah sakit dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan nyata dalam menjaga keberlanjutan layanan kesehatan. Sumber medis menegaskan bahwa penyelamatan kondisi kesehatan di rumah sakit Gaza tidak dapat dilakukan melalui solusi darurat sementara.
Langkah semacam itu dinilai berisiko menimbulkan dampak serius dalam jangka panjang. Mereka menilai dibutuhkan penanganan menyeluruh agar sistem kesehatan dapat pulih.
Di tengah krisis kesehatan tersebut, jumlah korban akibat serangan Israel yang terus berlangsung sejak Oktober 2023 terus bertambah. Hingga kini, sedikitnya 72.027 warga Palestina dilaporkan meninggal dan 171.561 lainnya terluka.
Sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan atau tergeletak di jalanan. Sementara itu, ambulans dan tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka akibat kerusakan besar-besaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....