Wamen LH: Ribuan Pulau Kecil Terancam Tenggelam, Krisis Iklim Sudah Jadi Kenyataan
- 21 Jun 2026 23:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Ancaman tenggelamnya ribuan pulau kecil di Indonesia bukan lagi sekadar peringatan para ilmuwan. Pemerintah menyebut dampak krisis iklim kini telah menjadi kenyataan dan berpotensi memicu perpindahan penduduk secara besar-besaran.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, mengungkapkan sekitar 1.500 pulau kecil di Indonesia diperkirakan tenggelam pada 2050. Hal tersebut dikatakan akibat kenaikan permukaan air laut.
“Bahkan, sebanyak 115 pulau berukuran sedang diperkirakan mengalami nasib serupa pada 2100. Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi berbagai risiko iklim termasuk banjir, tenggelamnya pulau-pulau kecil, dan kenaikan permukaan air laut,” ujar Diaz saat menghadiri Berlin Climate Mobility Forum di Berlin, Jerman,Minggu 21 Juni 2026.
Diaz menjelaskan, hampir 60% populasi Indonesia saat ini tinggal di kawasan pesisir yang rentan terdampak perubahan iklim. Kondisi tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang menghadapi risiko tinggi terhadap mobilitas penduduk akibat bencana iklim.
“Pengalaman kami menunjukkan dengan jelas bahwa mobilitas akibat perubahan iklim bermula dari resilience. Cara terbaik untuk mengurangi pengungsian secara terpaksa adalah dengan memperkuat masyarakat sebelum krisisnya terjadi,” katanya.
Dalam forum Global Centre for Climate Mobility (GCCM) dan Robert Bosch Stiftung itu, Diaz memaparkan berbagai langkah adaptasi iklim. Yakni dengan berbasis komunitas yang telah dijalankan pemerintah.
Salah satunya melalui Program Kampung Iklim (ProKlim) yang kini telah menjangkau lebih dari 12.600 lokasi di seluruh Indonesia. Sekitar 40% di antaranya berada di kawasan timur Indonesia, termasuk Maluku dan Papua.
Selain itu, pemerintah juga menjalankan Program Desa Konservasi Mangrove di 220 lokasi. Diaz mencontohkan keberhasilan Desa Golo Sepang, Nusa Tenggara Timur, yang mampu memulihkan ekosistem pesisir.
Dan sekaligus menghidupkan kembali sektor perikanan lokal dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Diaz menekankan pentingnya dukungan pendanaan iklim internasional agar masyarakat lokal berada di garis depan menghadapi dampak perubahan iklim.
“Kita harus terus memperkuat dukungan bagi negara-negara rentan melalui akses terhadap pendanaan iklim dan transfer teknologi. Implementasi New Collective Quantified Goal menjadi kunci untuk memastikan tersedianya pendanaan yang memadai dan mudah diakses bagi masyarakat,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....