Wamenlu Tata: Indonesia Matangkan Persiapan KTT D-8

  • 09 Feb 2026 18:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wamenlu RI, Arrmanatha Nasir mengungkapkan, Indonesia tengah mematangkan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi Developing 8 (KTT D-8) ke-12. KTT ini akan diselenggarakan pada 15 April 2026 di Jakarta. 

“Minggu lalu telah kita adakan lagi koordinasi antara semua yang dipimpin oleh Wamenlu dan Wamen Sesneg, karena ini kan KTT dan seluruh instansi terkait. Jadi itu rapat terakhir, ini kita akan laksanakan Di KTT D8 pada tanggal 15 April,” kata Wamenlu Tata saat di sela-sela pertemuan dengan awak media, Senin, 9 Februari 2026 di Jakarta. 

Wamenlu Tata menyebut, KTT nantinya akan didahului dengan Pertemuan Tingkat Tinggi (SOM) dan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) D-8. “Sebelumnya akan didahului dengan KTM dengan pertemuan SOM,” ucapnya. 

Sedangkan, Indonesia juga mendorong agar banyak Kepala Negara D-8 yang menghadiri KTT di Jakarta pada April mendatang. Sejumlah kepala negara secara informal telah menyatakan akan menghadiri KTT D-8 di bawah kepemimpinan Indonesia. 

“Yang formal apabila undangan tertulisnya sudah diterima, ini kan baru dikirim awal bulan baru, jadi mereka bisa menyampaikan proses. Tapi, kalau yang informal sudah ada indikasi positif dari beberapa kepala negara,” kata Wamenlu RI menambahkan.  

“Untuk D8 tahun ini Tentunya kita akan ingin memperkuat peran negara-negara muslim di sektor ekonomi, untuk bisa me-waiver situasi ekonomi global yang juga sedang tidak stabil.”

Sementara, Keketuaan Indonesia di organisasi kerja sama ekonomi, Developing 8 (D-8) dimulai pada 1 Januari 2026. Keketuaan Indonesia ini memfokuskan pada penguatan solidaritas dan kerja sama di Global South (Selatan Global).

Hal itu pun sejalan dengan tema utama yang diusung Indonesia dalam keketuaannya setelah Mesir. Yaitu, “Menavigasi Perubahan Global, Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama”.

Adapun lima prioritas Keketuaan D-8 Indonesia yaitu, integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal serta ekonomi biru dan transisi hijau. Kemudian, konektivitas dan transformasi digital serta reformasi organisasi D-8.

Sementara, Indonesia menjadikan filosofi kompas dan cahaya penuntun, sebagai logo Keketuaan D-8 2026. Salah satu unsurnya merupakan tradisi nusantara dan sansekerta menggambarkan pencerahan, arah yang benar, dan harapan kolektif.

D-8 dibentuk pada 15 Juni 1997 di Istanbul, dengan fokus pada kerja sama perdagangan, pertanian, energi, transportasi, pariwisata, dan industri. D-8 saat ini memiliki 9 negara anggota yaitu, Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan dan Turki.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....