Indonesia Berperan Aktif dalam Membangun Fondasi WAICO
- 18 Jul 2026 21:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia secara resmi bergabung dengan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) yang didirikan di Shanghai, Tiongkok pada 16 Juli 2026.
- Penandatanganan keanggotaan Indonesia dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai ketua delegasi.
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mendampingi Airlangga dan mengikuti sesi preparasi informal untuk pembentukan WAICO.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyambut baik pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), di Shanghai, Tiongkok, paka Kamis, 16 Juli 2026. Bergabungnya Indonesia dalam WAICO ini, dilakukan dalam penandatanganan yang dilakukan langsung Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Airlangga sebagai ketua delegasi Indonesia, didampingi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo. Usai penandatanganan tersebut, wamenkomdigi Anga Raka, berkesempatan mengikuti Informal Preparatory Session on the establishment of WAICO.
Dalam kesempatan itu, ia menuturkan bahwa WAICO, menjadi platform strategis untuk kerja sama kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Wamenkomdigi Angga menyebut, forum tersebut menjadi sarana integral dari tata kelola AI global dan transfer teknologi yang adil.
"Indonesia mengusulkan tiga bentuk kerja sama konkret dalam kerangka WAICO. Yaitu, pengembangan riset dan transfer teknologi, berbagi pengetahuan mengenai pengembangan smart city, serta pengembangan talenta digital," tulis keterangan Kemkomdigi, yang diterima RRI.co.id, Jakarta, Sabtu, 18 Juli 2026.
Selain itu, Wamenkomdigi juga menyampaikan tiga prinsip mendasar, untuk memastikan WAICO memberikan manfaat bagi kepentingan global yang lebih luas. Usulan ini menjadi bukti akan partisipasi aktif Indonesia dalam membangun fondasi WAICO untuk kerja sama pengembangan AI global.
Prinsip dasar pertama diungkapkannya, terkait tata kelola AI yang tidak hanya berhenti pada penyusunan normanya. Dalam poin ini Wamenkomdigi Angga Raka menekankan, pentingnya langkah konkret dalam mempekecil kesenjangan digital di seluruh negara dunia.
"Kerja sama di bidang AI harus menghasilkan manfaat nyata, memberikan dukungan bagi UMKM, melestarikan bahasa lokal, serta memenuhi kebutuhan negara berkembang. Hal ini memerlukan langkah-langkah konkret untuk mempersempit kesenjangan digital melalui pendanaan yang terjangkau, transfer teknologi, tata kelola data yang kuat, dan pengembangan kapasitas," katanya.
Wamenkomdigi lebih lanjut menuturkan, untuk prinsip dasar kedua, yakni inovasi AI yang menyesuaikan konteks nasional masing-masing negara. Prinsip ketiga dikatakannya, terkait penguatan kolaborasi untuk mengantisipasi pemanfaatan AI yang tidak bertanggung jawab.
"Kedua, Indonesia mendukung inovasi AI yang bertanggung jawab dengan memanfaatkan pendekatan berbasis risiko yang disesuaikan dengan konteks nasional masing-masing. Ketiga, Indonesia mendorong sinergi antara WAICO dan arsitektur multilateral PBB untuk menghindari fragmentasi dan duplikasi," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....