Dubes Pakistan Tekankan Isu Kemanusiaan Konflik Kashmir
- 05 Feb 2026 16:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menegaskan isu Kashmir merupakan persoalan kemanusiaan dan hak asasi manusia. Menurutnya, konflik Kashmir tidak dapat dipandang semata sebagai sengketa wilayah.
Zahid menyampaikan bahwa rakyat Kashmir telah lama hidup dalam tekanan dan kekerasan. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sipil, terutama perempuan dan anak-anak.
Ia menilai perhatian dunia internasional terhadap situasi kemanusiaan di Kashmir masih belum memadai. Oleh karena itu, Pakistan terus mendorong dukungan global agar penderitaan warga Kashmir tidak terus berlanjut.
"Kami percaya bahwa peran Asia Tenggara akan bisa menolong untuk menyelesaikan masalah ini. Meskipun sebenarnya kami tidak ingin berperang dengan India, namun akhirnya kami harus berperang dan Alhamdulillah kami memenangkan pertempuran," ujar Zahid dalam peringatan Kashmir Solidarity Day yang digelar di Universitas Darunnajah, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Zahid juga menekankan pentingnya pendekatan damai dalam menyelesaikan konflik tersebut. Ia menyebut penyelesaian yang adil menjadi kunci utama perlindungan hak-hak rakyat Kashmir.
Sementara itu, rektor Universitas Darunnajah, Much Hasan Darojat menyoroti konflik Jammu dan Kashmir sebagai isu internasional yang kurang mendapat perhatian global. Ia menyebut konflik tersebut memiliki kemiripan sejarah dengan konflik Palestina karena berlangsung sejak 1947.
Hasan mengatakan konflik Kashmir telah berjalan lebih dari 77 tahun tanpa penyelesaian permanen. Kondisi tersebut membuat penderitaan masyarakat sipil terus berulang dari generasi ke generasi.
"Karena ini isunya seperti Palestina, dari 1947 dan sampai sekarang belum selesai. Sudah 77 tahun dan terus bertambah korban dan lain sebagainya," ujarnya.
Menurutnya, isu Kashmir bukan hanya konflik politik, tetapi juga persoalan kemanusiaan yang serius. Ia menyebut, banyak korban jiwa, kekerasan, serta pelanggaran hak asasi manusia yang terus terjadi.
Ia menilai kurangnya sorotan media internasional membuat konflik ini jarang dibahas secara luas. Padahal, menurutnya, dampaknya tidak kalah besar dibanding konflik global lainnya.
Hasan berharap organisasi internasional memberi perhatian lebih terhadap penyelesaian damai Kashmir. Ia juga mengajak akademisi turut meningkatkan kesadaran global mengenai isu tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....