NATO Janji Kerahkan Pasukan Instan ke Ukraina
- 04 Feb 2026 16:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kyiv — Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyatakan bahwa pasukan sekutu akan segera dikerahkan ke Ukraina begitu tercapainya perjanjian damai dengan Rusia. Pernyataan ini disampaikan Rutte saat berbicara di parlemen Ukraina, Verkhovna Rada, di Kyiv, dilansir dari Anadolu, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa pasukan akan dikerahkan secara instan setelah kesepakatan damai ditandatangani. Pengerahan ini mencakup kekuatan darat, udara, dan laut dari negara-negara yang tergabung dalam kelompok informal “koalisi yang bersedia.”
Rutte menekankan bahwa Ukraina membutuhkan dukungan militer yang kuat dan berkelanjutan. Ia menyebut bahwa koalisi telah membuat kemajuan dalam memberikan jaminan keamanan.
Hal tersebut sebelumnya juga disampaikan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Menurut Rutte, begitu kesepakatan damai tercapai, akan ada pesawat tempur di udara dan dukungan maritim dari sekutu NATO.
Sekretaris Jenderal NATO juga menegaskan bahwa perhatian aliansi terhadap keamanan Ukraina tetap kuat, meski dunia menghadapi berbagai tantangan global. Ia mengakui bahwa perhatian internasional bisa terbagi oleh krisis global lain, tetapi Ukraina tetap menjadi pusat perhatian NATO.
Rutte menegaskan aliansi siap memberikan dukungan cepat dan konsisten. Selain itu, NATO menjalin dialog harian dengan Ukraina dan mengirimkan peralatan militer setiap hari.
Bantuan ini bertujuan agar pasukan Ukraina dapat mempertahankan diri saat ini sekaligus mencegah agresi di masa depan.Rutte menyebut bahwa sebagian besar pasokan senjata telah dikirim melalui mekanisme Prioritized Ukraine Requirements List (PURL).
Sebanyak 75 persen rudal untuk garis depan dan 90 persen rudal pertahanan udara telah disalurkan melalui mekanisme ini. PURL menghimpun dana jutaan euro dari sekutu dan mitra, dan sejak musim panas lalu NATO meningkatkan dukungan persenjataan ke Ukraina.
Rutte menekankan bahwa NATO memahami kebutuhan mendesak Ukraina dan terus memastikan kelancaran pengiriman bantuan melalui PURL dan jalur lainnya. Mekanisme ini menjadi dokumen acuan utama bagi Ukraine Defense Contact Group, yang dikenal melalui pertemuan format Ramstein.
Dalam pertemuan tersebut, lebih dari 50 menteri pertahanan negara sekutu berkoordinasi dalam pemberian bantuan. Rusia dan Ukraina dijadwalkan membahas kemungkinan perjanjian damai dalam perundingan yang dimediasi AS di Abu Dhabi pada 4–5 Februari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....