Guncang Dunia Internasional, Apa Isi dari Berkas Epstein?

  • 03 Feb 2026 13:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Washington: Rilis sekitar tiga juta berkas baru terkait Jeffrey Epstein kembali mengguncang publik Amerika Serikat dan dunia internasional. Dokumen-dokumen tersebut dibuka ke publik pada Jumat, 30 Januari 2026, dilansir dari The Guardian.

Langkah ini merupakan tindak lanjut undang-undang yang disahkan Kongres AS pada November lalu yang mewajibkan seluruh arsip terkait Epstein diungkap. Berkas ini mengungkap detail baru mengenai jaringan Jeffrey Epstein dan interaksinya dengan tokoh-tokoh berpengaruh.

Dokumen tersebut juga menyoroti proses penyelidikan federal atas kejahatan seksual yang dilakukannya. Salah satu temuan mengungkap, pengacara Epstein bertemu jaksa federal Manhattan pada Juli 2019, beberapa hari sebelum Epstein meninggal di penjara.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas kemungkinan kerja sama Epstein dengan penegak hukum, meski tidak ada proposal konkret yang diajukan. Fakta ini menambah tanda tanya besar seputar proses hukum yang belum sempat berjalan hingga tuntas.

Berkas baru juga menunjukkan bahwa FBI menerima sejumlah laporan yang mengaitkan Presiden AS Donald Trump dengan Epstein. Namun, laporan tersebut berisi klaim yang belum diverifikasi dan tidak disertai bukti pendukung.

Trump membantah keras tuduhan tersebut, sementara Departemen Kehakiman AS menegaskan sebagian dokumen bisa saja memuat klaim palsu atau tidak berdasar. Selain itu, dokumen mengungkap hubungan Epstein dengan sejumlah tokoh terkenal lainnya.

Email menunjukkan Elon Musk pernah berkomunikasi dengan Jeffrey Epstein dan sempat merencanakan kunjungan ke pulau pribadinya. Namun, Musk menegaskan bahwa undangan tersebut ditolak dan kunjungan itu tidak pernah terjadi.

Nama Howard Lutnick juga muncul terkait rencana kunjungan ke pulau Epstein pada 2012. Sementara itu, Andrew Mountbatten-Windsor disebut pernah mengundang Epstein ke Istana Buckingham.

Secara keseluruhan, rilis berkas ini kembali menyoroti luasnya jaringan Jeffrey Epstein. Publik pun mempertanyakan akuntabilitas serta dampak hukum yang hingga kini belum sepenuhnya terjawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....