Putin Bahas Ketegangan Iran dengan Pemimpin UEA

  • 30 Jan 2026 11:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kremlin — Presiden Rusia, Vladimir Putin, bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Kremlin, Moskow, pada Kamis, 29 Januari 2026, dilansir dari Reuters.

Dalam pertemuan tersebut, Putin menyampaikan bahwa Rusia sedang memantau situasi di Iran secara dekat. Selain itu, Putin juga ingin membahas ketegangan di negara itu dengan pemimpin UEA.

Pertemuan ini terjadi di tengah peran UEA sebagai tuan rumah baru-baru ini untuk pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina. Putin menekankan pentingnya isu Iran dalam konteks regional dan ingin mendapatkan perspektif UEA terkait perkembangan di negara Teluk tersebut.

Kremlin menilai UEA sebagai mitra strategis yang dapat mendukung upaya diplomasi kawasan. Sebelumnya, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa potensi pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran belum sepenuhnya habis.

Peskov menekankan bahwa penggunaan kekuatan militer terhadap Teheran bisa menciptakan “kekacauan” di kawasan dan menimbulkan konsekuensi berbahaya. Pernyataan Peskov muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump mendesak Iran untuk duduk di meja perundingan terkait senjata nuklir.

Trump juga memperingatkan bahwa Iran bisa menghadapi kemungkinan serangan AS jika tidak mencapai kesepakatan tersebut. Rusia menegaskan bahwa penyelesaian melalui diplomasi lebih aman bagi kawasan dibandingkan tindakan militer.

Putin ingin memahami potensi dampak ketegangan Iran terhadap keamanan regional dan melihat komunikasi langsung dengan pemimpin UEA sebagai langkah strategis. UEA dianggap memiliki peran penting dalam memfasilitasi dialog antara berbagai pihak yang terkait.

Selain itu, Kremlin menekankan perlunya stabilitas di Timur Tengah dan mencegah eskalasi konflik di Teluk Persia. Pertemuan ini juga membahas isu-isu keamanan regional lainnya.

Fokusnya adalah menjaga keseimbangan diplomasi sekaligus kewaspadaan terhadap ketegangan yang meningkat di kawasan. Rusia berharap diskusi ini dapat membuka jalan bagi dialog lebih luas terkait Iran dan memperkuat upaya diplomatik untuk perdamaian regional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....