AS Latihan Militer di Timteng, Ketegangan Iran Memanas

  • 29 Jan 2026 15:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Washington — Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah. Langkah itu ditandai dengan digelarnya latihan udara selama beberapa hari di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Presiden AS Donald Trump menyebut pengerahan tersebut sebagai sebuah “armada” yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln. Ia juga melontarkan ancaman aksi militer sambil mendesak Teheran untuk segera bernegosiasi, dilansir dari The Guardian, Kamis, 29 Januari 2026.

Gedung Putih mengisyaratkan langkah tersebut sebagai respons atas kebuntuan hubungan dengan Iran. Kebijakan ini juga dikaitkan dengan dugaan pelanggaran hak asasi manusia oleh pemerintah Iran.

Penindakan keras terhadap demonstran pro-demokrasi dilaporkan telah menewaskan ribuan orang. Meski demikian, Trump juga menyatakan keterbukaan terhadap dialog dan mengklaim Iran masih ingin mencapai kesepakatan.

Air Forces Central mengonfirmasi akan menggelar latihan kesiapsiagaan multi-hari untuk menunjukkan kemampuan pengerahan dan keberlanjutan kekuatan udara tempur. Latihan ini juga bertujuan memperkuat kemitraan regional di kawasan.

Rincian lokasi, waktu, dan aset yang terlibat tidak diungkapkan ke publik. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan gugus tempur USS Abraham Lincoln tiba di kawasan membawa puluhan jet tempur dan 5.000 personel.

Armada tersebut juga didukung oleh sejumlah kapal perusak berpeluru kendali. Selain itu, AS juga memindahkan jet tempur F-15E Strike Eagle ke wilayah tersebut.

Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan bernegosiasi selama masih berada di bawah ancaman serangan. Meski demikian, Iran tetap membuka peluang bagi kesepakatan nuklir yang adil dan setara tanpa tekanan militer.

Ketegangan regional turut tercermin dari meningkatnya aktivitas latihan militer di sekitar Selat Hormuz. Sejumlah negara Teluk juga menegaskan penolakan penggunaan wilayah udaranya untuk serangan Amerika Serikat terhadap Iran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....