Filipina-AS Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan

  • 28 Jan 2026 13:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Manila — Filipina dan Amerika Serikat menggelar latihan militer bersama di Laut China Selatan, berlayar di sebuah gosong yang menjadi wilayah sengketa. Angkatan bersenjata Filipina menyatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kerja sama dan koordinasi kedua negara yang terikat dalam perjanjian pertahanan.

Kerja sama militer antara Filipina dan Amerika Serikat terus meningkat di bawah kepemimpinan Presiden Ferdinand Marcos Jr. Kerjasama tersebut membawa Manila semakin dekat ke Washington sebagai respons atas meningkatnya kehadiran Tiongkok di kawasan Laut China Selatan.

Dalam periode tersebut, intensitas latihan bersama kedua negara mengalami lonjakan signifikan. Latihan terbaru ini merupakan latihan ke-11 sejak November 2023 dan digelar di Gosong Scarborough.

Wilayah tersebut merupakan wilayah Laut China Selatan yang berada dalam zona ekonomi eksklusif Filipina namun juga diklaim oleh Tiongkok. Pihak Filipina menyebut latihan tersebut berjalan sukses dan mampu meningkatkan koordinasi, kemampuan taktis, serta pemahaman bersama antara pasukan sekutu.

Dalam latihan tersebut, Filipina mengerahkan fregat Antonio Luna, sebuah kapal patroli lepas pantai milik penjaga pantai. Selain itu, Filipina juga mengerahkan dua pesawat militer serta sebuah helikopter, dilansir dari Reuters.

Sementara itu, Amerika Serikat menurunkan kapal perusak berpeluru kendali John Finn kelas Arleigh Burke, yang sebelumnya melintasi Selat Taiwan. Amerika Serikat juga menurunkan sebuah helikopter MH-60R Seahawk.

Di sisi lain, militer Tiongkok menyatakan melakukan patroli rutin di Laut China Selatan dari Minggu, 25 Januari hingga Senin, 26 Januari 2026. Namun, militer Tiongkok merinci lokasi operasinya.

Beijing menuding Filipina melibatkan negara-negara di luar kawasan dalam apa yang disebut sebagai patroli bersama. Beijing menilai latihan militer tersebut mengganggu perdamaian dan stabilitas regional.

Tiongkok menegaskan pihaknya akan dengan tegas menjaga kedaulatan teritorial serta hak dan kepentingan maritimnya. Beijing juga kembali menyatakan klaim kedaulatan atas hampir seluruh wilayah Laut China Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....