Menlu RI Dorong ASEAN Perkuat Ketahanan Hadapi Dinamika Global
- 21 Jul 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menlu RI Sugiono mendorong ASEAN memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
- Menlu Sugiono menambahkan, Indonesia mendorong agar berbagai komitmen ASEAN diterjemahkan menjadi koordinasi dan langkah konkret.
- Dalam sesi Retreat, para Menlu bertukar pandangan mengenai perkembangan global dan sejumlah isu strategis kawasan, termasuk situasi di Myanmar dan Laut Cina Selatan (LCS).
RRI.CO.ID, Manila - Menlu RI Sugiono mendorong ASEAN memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Menurutnya, dinamika global itu turut membawa dampak langsung terhadap masyarakat di kawasan.
“Perkembangan di luar kawasan semakin membawa konsekuensi langsung bagi kehidupan masyarakat kita. Karena itu, ASEAN harus semakin siap dan mampu merespons secara bersama,” ujar Menlu Sugiono dalam Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/AMM) sesi Retreat, Selasa, 21 Juli 2026, di Manila, Filipina.
Menlu Sugiono menambahkan, Indonesia mendorong agar berbagai komitmen ASEAN diterjemahkan menjadi koordinasi dan langkah konkret. Terutama, dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi, menjaga kelancaran rantai pasok, serta meningkatkan kesiapan kawasan menghadapi berbagai bentuk gangguan.
Dalam sesi retreat, para Menlu bertukar pandangan mengenai perkembangan global dan sejumlah isu strategis kawasan, termasuk situasi di Myanmar dan Laut Cina Selatan (LCS). Terkait Myanmar, Indonesia kembali menegaskan pentingnya ASEAN untuk terus terlibat dan mendorong proses yang inklusif sesuai dengan Five-Point Consensus.
Menlu Sugiono menggarisbawahi pentingnya menjaga kesatuan ASEAN dan menyelesaikan berbagai tantangan kawasan melalui dialog, keterlibatan konstruktif, serta cara-cara damai. “Gejolak di sekitar kita mungkin berada di luar kendali, namun kemampuan ASEAN menjaga kesatuan, memperkuat ketahanan, dan melindungi kepentingan masyarakat di kawasan berada di tangan kita sendiri,” ucapnya.
Pertemuan AMM Retreat merupakan bagian dari rangkaian AMM/PMC ke-59 di bawah Keketuaan ASEAN Filipina. Pertemuan membahas perkembangan kawasan dan internasional serta langkah kolektif ASEAN dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.
Sementara, Menlu RI diagendakan akan menghadiri sebanyak 21 pertemuan ditambah empat undangan seremonial seperti Gala Dinner dengan Menlu Filipina, Theresa P. Lazaro. Gala Dinner dengan Presiden Filipina, Ferdinand R. Marcos Jr., Opening Ceremony dan Signing of Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC).
Pertemuan di Manila dihadiri oleh para Menlu negara anggota ASEAN, dengan Myanmar akan diwakili representasi non-politis. Kemudian, Menlu Mitra Wicara ASEAN serta negara terkait lainnya dan Sekjen ASEAN.
Rangkaian AMM/PMC menindaklanjuti berbagai kesepakatan para Pemimpin ASEAN di KTT ke-48 di Cebu, Mei 2026. Secara khusus, dibahas upaya perkuat ketahanan kawasan hadapi disrupsi di sektor energi dan pangan serta respons dalam pelindungan warga negara ASEAN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....