Uni Eropa Ajak Indonesia Manfaatkan Program Penelitian

  • 27 Jan 2026 22:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Uni Eropa mengajak SDM Indonesia untuk memanfaatkan berbagai program penelitian dan inovasi yang ditawarkan berbagai universitas Uni Eropa. Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi saat membuka seminar mengatakan, “Uni Eropa dan Jaringan Mitra Universitas”, Selasa, 27 Januari 2026 di Jakarta.

“Uni Eropa memiliki program bernama Horizon Plus, yang terbuka untuk semua universitas di dunia yang berminat untuk mendaftar. Kami sangat ingin mengembangkan partisipasi Indonesia dalam program ini, karena Indonesia memiliki keahlian unik di banyak bidang yang kami anggap penting untuk isu-isu global,” ujar Dubes Denis. 

Ia menjelaskan, Uni Eropa sangat terbuka untuk kerja sama penelitian antar universitas khususnya terkait keberlanjutan. Universitas yang tertarik bahkan memiliki kesempatan untuk mengajukan proposal penelitian bersama.

“Indonesia memiliki banyak potensi panas bumi, potensi energi surya, kami ingin mengembangkan kemitraan antara universitas-universitas Indonesia dan Eropa. Tetapi untuk itu, kita perlu memiliki proposal penelitian bersama,” ucap Denis menambahkan. 

Menurutnya, tujuan bersama itu pula yang menjadi inti dari seminar “Uni Eropa dan Jaringan Mitra Universitas” pada 26 – 27 Januari 2026 di Jakarta. Ia mengharapkan, para peserta pertemuan dapat menggali potensi kerja sama dan kolaborasi. 

“Jadi, sedikit banyak itulah inti dari acara ini, tentang membangun jaringan. Di mana universitas-universitas Indonesia dapat menemukan lebih banyak peluang untuk berkolaborasi dengan universitas-universitas Uni Eropa,” ucapnya menekankan. 

Di sisi lain Denis menilai, potensi kerja sama penelitian dengan Indonesia yang sangat berpeluang, didukung dengan SDA dan SDM yang besar. Terlebih menurutnya, SDM Indonesia sangat melek digital, energik dan memiliki banyak mahasiswa yang mumpuni.

“Jadi, yang kami inginkan adalah mengembangkan penelitian di bidang apa pun yang dapat membawa pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia dengan sudut pandang keberlanjutan. Kita dapat memiliki program penelitian di segala bidang, tetapi itu dapat dibuat lebih kompetitif melalui kemitraan yang lebih baik dengan universitas,” katanya menegaskan. 

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi saat membuka seminar “Uni Eropa dan Jaringan Mitra Universitas”, Selasa, 27 Januari 2026 di Jakarta. (Foto: RRI/Retno Mandasari)

Sementara, penelitian dan pengembangan turut menjadi fokus pemerintah Indonesia, dalam membina hubungan dengan negara-negara mitra termasuk negara-negara Uni Eropa. Demikian kata Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI, Ani Nigeriawati pada kesempatan yang sama. 

“Saat ini pemerintah Indonesia memiliki program ini, Sekolah Unggul Garuda atau SUGAR. Jadi lulusan SUGAR, di mana Kemlu juga merupakan bagian dari tim ini, kami berupaya untuk menyalurkan lulusan program ini ke universitas-universitas terbaik dan terkemuka di dunia,” ujar Ani Nigeriawati. 

Sementara, adanya Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) turut membuka peluang penelitian bersama antar universitas. IEU-CEPA yang disepakati pada September 2025 tidak menutup kemungkinan kedua kawasan semakin berinovasi. 


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....