Ukraina, Rusia, AS Akan Gelar Pembicaraan Trilateral Perdamaian
- 23 Jan 2026 14:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kyiv - Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat dijadwalkan menggelar pembicaraan trilateral untuk pertama kalinya dalam upaya mengakhiri perang di Ukraina. Pertemuan tersebut akan berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026 dan Sabtu, 24 Januari 2026.
Melansir dari Al Jazeera, pertemuan tersebut akan digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pertemuan tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam proses diplomasi yang selama ini dilakukan secara terpisah.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan rencana tersebut setelah bertemu Presiden AS Donald Trump di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos. Zelenskyy menyambut positif inisiatif tersebut dan mengatakan bahwa ketentuan jaminan keamanan bagi Ukraina telah difinalisasi.
Sementara itu, kesepakatan pemulihan ekonomi pascaperang hampir siap untuk disepakati. Menurut Zelenskyy, perundingan di Abu Dhabi akan menjadi pertemuan trilateral pertama yang melibatkan pejabat Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat.
Ia menyebut dialog ini sebagai langkah yang baik, meski hingga kini Rusia belum memberikan komentar resmi terkait rencana pembicaraan tersebut. Trump menggambarkan pertemuannya dengan Zelenskyy sebagai pertemuan yang baik.
Namun, menegaskan bahwa upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun itu masih merupakan proses yang berjalan. Pemerintah AS terus mendorong kedua pihak untuk mencapai kesepakatan damai.
Utusan AS Steve Witkoff mengatakan, banyak kemajuan telah dicapai dalam perundingan Rusia–Ukraina, kini hanya menyisakan satu isu terakhir. Ia optimistis masalah tersebut dapat diselesaikan jika kedua belah pihak memiliki keinginan yang sama untuk mengakhiri konflik.
Sebagai bagian dari upaya diplomasi tersebut, Witkoff dan Jared Kushner, sempat melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Di ibu kota UEA itu, pembicaraan akan dilanjutkan melalui kelompok kerja militer ke militer.
Di sisi lain, Zelenskyy menegaskan bahwa sejumlah isu krusial masih menjadi hambatan. Isu tersebut termasuk masa depan wilayah Ukraina yang diduduki Rusia serta status pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di selatan Ukraina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....