Trump Gelar Upacara Penandatanganan Dewan Perdamaian

  • 23 Jan 2026 12:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Davos - Presiden Donald Trump mengadakan upacara penandatanganan Dewan Perdamaian di Davos, Kamis, 22 Januari 2026 di sela-sela Forum Ekonomi Dunia. Trump menyebut hari itu sebagai “hari yang sangat menggembirakan”, dilansir dari ABC News.

Trump mengatakan, dewan akan menjadi salah satu badan paling penting yang pernah dibentuk. Ia menegaskan, langkah-langkah awal menuju perdamaian di Timur Tengah sedang berlangsung.

Ia menambahkan, dewan ini bisa mengakhiri dekade penderitaan, kebencian, dan pertumpahan darah. Lebih dari dua puluh negara menerima undangan Trump untuk bergabung dengan dewan, tetapi sekutu Eropa utama belum membuat komitmen.

Beberapa negara bahkan menolak gagasan ini. Trump hadir di panggung bersama lebih dari selusin pemimpin dari negara yang setuju menjadi penandatangan.

Ia menyebut mereka sebagai “hanya negara-negara yang ada di sini”. Utusan khusus AS, Steve Witkoff, menyebut hingga 25 negara telah menerima undangan, yang dikirim ke lebih dari 50 pemimpin dunia.

Gedung Putih memperkirakan sekitar 30 negara akan bergabung. Namun beberapa sekutu AS bersikap hati-hati dan mempertanyakan apakah alternatif bagi PBB benar-benar diperlukan.

Trump menekankan, Dewan Perdamaian akan melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan PBB, sambil tetap bekerja sama dengan PBB. Ketika ditanya apakah dewan akan menggantikan PBB, Trump menjawab, “mungkin saja.”

Prancis, Norwegia, dan Swedia menolak atau menyatakan keraguan, sementara Jerman, Inggris, dan Italia bersikap tidak pasti. Rusia juga menerima undangan, meski masih melanjutkan serangannya di Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dewan ini fokus pada penyelesaian masalah Palestina dan situasi kemanusiaan di Jalur Gaza. Hingga Kamis pagi, lebih dari 20 negara menyatakan menerima undangan Trump, termasuk Indonesia, Turki, Arab Saudi, Mesir, dan Qatar.

Jared Kushner, negosiator gencatan senjata Gaza, memaparkan rencana pembangunan kembali Gaza yang ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga tahun. Fokus 100 hari pertama adalah pengiriman bantuan kemanusiaan.

Selain itu, rehabilitasi infrastruktur akan dilakukan, termasuk air, listrik, sanitasi, rumah sakit, dan membuka jalan yang tertutup puing. Dewan Perdamaian pertama kali diperkenalkan tahun lalu dengan mandat Dewan Keamanan PBB selama dua tahun.

Namun, piagam dewan menyatakan mandat internasional yang lebih luas, mirip alternatif PBB yang dipimpin AS. Trump diperkirakan akan memimpin dewan dan berpotensi menjabat seumur hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....