Kebijakan ‘Internet Shutdown’ Iran Diambil Demi Keamanan Nasional
- 23 Jan 2026 10:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kebijakan ‘internet shutdown’ di Iran dilakukan di tengah situasi keamanan yang dinilai sensitif. Menurut Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, langkah tersebut bukan kebijakan yang diinginkan untuk berlangsung dalam jangka panjang.
“(Internet shutdown -red) membawa dampak sosial dan ekonomi yang besar,” ujar Dubes Boroujerdi, di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026. Ia menjelaskan, pemerintah Iran terpaksa mengambil langkah tersebut karena adanya ancaman dari luar negeri yang memanfaatkan jaringan internet.
Hal ini, menurutnya, termasuk ancaman teror yang dinilai membahayakan keamanan nasional. “Ini merupakan langkah yang tidak mudah, tetapi harus dilakukan demi menjaga keamanan negara,” ujarnya.
Meski demikian, Dubes Boroujerdi menegaskan kondisi jaringan internet di negaranya saat ini sudah jauh membaik dibandingkan sebelumnya. Proses pemulihan akses internet sedang berlangsung secara bertahap dan perlahan mulai direstorasi.
Menurutnya, pemerintah Iran tidak ingin masyarakat terus menjadi korban akibat penyalahgunaan jaringan internet untuk kepentingan yang mengancam keamanan. Oleh karena itu, perbaikan akses dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan risiko baru bagi stabilitas negara.
Ia juga mengungkapkan pengalaman pribadinya saat memberi tahu keluarganya di Iran mengenai kebijakan penutupan internet. “Mereka menjawab, penutupan internet di negara ini jauh lebih baik,” katanya.
Sebelumnya, otoritas Iran memutus akses internet sejak 8 Januari 2026 lalu. Langkah ini diambil sebagai respons atas situasi di Iran yang dinilai memicu tindakan keras keamanan.
Pemadaman internet yang hampir berlangsung dua pekan tersebut tidak hanya menghambat arus informasi. Ribuan pelaku usaha yang bergantung pada iklan digital dan platform media sosial pun terdampak serius.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....