Spanyol Tetapkan Hari Berkabung, Kenang Korban Kecelakaan Kereta Cepat
- 20 Jan 2026 15:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Cordoba - Spanyol menetapkan tiga hari berkabung nasional setelah kecelakaan kereta berkecepatan tinggi. Kecelakaan tersebut menyebabkan sedikitnya 40 orang meninggal di wilayah selatan negara itu, dilansir dari France24.
Perdana Menteri Pedro Sanchez mengumumkan masa berkabung nasional setelah insiden tragis yang terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026 malam. Ia juga berjanji akan mengungkap penyebab kecelakaan tersebut secara transparan kepada publik.
Dalam insiden tersebut, sebuah kereta yang dioperasikan oleh perusahaan Iryo tergelincir di dekat Adamuz, Andalusia. Kereta tersebut tengah melakukan perjalanan dari Malaga menuju Madrid.
Kereta tersebut berpindah ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan kereta lain yang datang dari arah berlawanan, menyebabkan kedua rangkaian tergelincir. Pemerintah daerah Andalusia mengonfirmasi jumlah korban meninggal telah mencapai 40 orang.
Angka tersebut kemungkinan masih bisa bertambah seiring proses identifikasi korban. Tim penyelamat mengerahkan alat berat untuk mengangkat gerbong yang rusak parah dan mempermudah evakuasi.
Lebih dari 120 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara 41 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit di kota Cordoba. Keluarga dan kerabat penumpang yang belum ditemukan memanfaatkan media sosial untuk mencari informasi, mengunggah foto-foto dan data korban.
Rekaman udara dari kepolisian menunjukkan lokasi kecelakaan berada di jalur rel yang lurus. Pemerintah menyatakan kedua kereta melaju di bawah batas kecepatan maksimum yang diizinkan.
Menteri Transportasi menyebut insiden tersebut sebagai kejadian yang sangat aneh. Ia menekankan bahwa kereta yang tergelincir tergolong baru dan jalur rel di lokasi kejadian baru saja direnovasi.
Pihak operator juga menyatakan kesalahan manusia dan kecepatan berlebih hampir dapat dipastikan bukan penyebab utama kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan masalah teknis pada rangkaian kereta atau gangguan pada infrastruktur rel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....