Penjualan Cloud Alibaba Melonjak, AI Jadi Pendorong Utama

  • 25 Nov 2025 21:16 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Saham raksasa teknologi China Alibaba tercatat menguat dalam perdagangan pra-pasar Amerika Serikat setelah perusahaan melaporkan kinerja positif pada kuartal fiskal kedua. Lonjakan signifikan terjadi pada divisi komputasi awan, yang didorong oleh permintaan besar terhadap layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dalam laporan terbarunya, Alibaba membukukan pendapatan sebesar 247,8 miliar yuan, tumbuh 5 persen dibanding tahun sebelumnya. Divisi cloud menjadi sorotan investor setelah mencatat percepatan pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding beberapa kuartal terakhir.

Dikutip dari CNBC, pendapatan komputasi awan Alibaba meningkat 34 persen secara tahunan menjadi 39,8 miliar yuan, melampaui perkiraan analis. Pertumbuhan ini naik dari capaian kuartal Juni yang berada pada level 26 persen.

CEO Alibaba, Eddie Wu, menyampaikan bahwa investasi intensif perusahaan dalam teknologi AI secara langsung meningkatkan performa unit cloud. Ia menyebut permintaan terhadap produk AI meningkat tajam hingga perusahaan kesulitan memenuhi kebutuhan pemasangan infrastruktur server baru.

Wu juga menjelaskan bahwa belanja modal untuk pengembangan AI dan cloud telah mencapai 120 miliar yuan dalam empat kuartal terakhir. Angka tersebut merupakan bagian dari rencana investasi jangka panjang sebesar 380 miliar yuan, yang kemungkinan besar akan ditambah jika kebutuhan pasar terus meningkat.

Selain pertumbuhan cloud, Alibaba mencatat perkembangan kuat pada sektor AI konsumen. Aplikasi Qwen, yang menjadi pesaing ChatGPT untuk pasar Tiongkok, telah menembus lebih dari 10 juta unduhan dalam pekan pertama peluncurannya.

Meski pertumbuhan cloud dan e-commerce meningkat, profitabilitas perusahaan secara keseluruhan masih tertekan. EBITA yang disesuaikan turun 78 persen akibat besarnya investasi pada layanan perdagangan cepat. Namun, investor tetap optimistis karena unit e-commerce domestik Alibaba menunjukkan pemulihan, dengan pendapatan naik 16 persen menjadi 132,6 miliar yuan.

Pada segmen perdagangan cepat, pertumbuhan pendapatan melonjak 60 persen secara tahunan, jauh lebih tinggi dibanding 12 persen pada kuartal sebelumnya. Alibaba menargetkan nilai transaksi sebesar 1 triliun yuan dalam tiga tahun ke depan.

Dengan akselerasi bisnis cloud dan penguatan strategi AI, Alibaba disebut berada pada jalur yang tepat untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain teknologi terdepan di Tiongkok.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....