Wamenlu RI Tanggapi Isu Indonesia Jadi Destinasi Warga Gaza

  • 18 Nov 2025 01:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KRBN, Jakarta: Sebanyak 153 warga Gaza tiba di Afrika Selatan dengan menggunakan pesawat carteran yang mendarat di bandara dekat Johannesburg, Kamis (13/11/2025). Mereka tiba di sana difasilitasi LSM yang belakangan terungkap dijalankan oleh “Al-Majd Europe, yang menurut para aktivis Israel, sedang memajukan pembersihan etnis warga Palestina dari Gaza.

Harian Israel, Haaretz, sebagaimana dilansir Al Jazeera, melaporkan adanya penerbangan serupa pada 27 Mei lalu yang membawa sekitar 57 warga Palestina dari Gaza. Mereka kemudian menaiki bus yang membawa mereka ke Bandara Ramon melalui penyeberangan Karem Abu Salem.

Menurut Haaretz, rombongan tersebut kemudian menaiki pesawat carteran Rumania yang dioperasikan oleh Fly Lili. Pesawat tersebut menuju Budapest, dan dari sana 57 warga Gaza tersebut melanjutkan perjalanan ke Indonesia dan Malaysia.

Pemerintah Indonesia sendiri dipastikan hingga saat ini belum mendapatkan informasi resmi terkait pengaturan penerbangan warga Gaza keluar Palestina. Wamenlu RI Arrmanatha Nasir pun menanggapi pemberitaan media Israel mengenai Indonesia yang menjadi salah satu destinasi pengungsi Palestina.

“Jadi, intinya sampai saat ini kita belum mendapat informasi lengkap mengenai izinnya mereka keluar dari Gaza seperti apa, bagaimana nanti mereka akan masuknya. Tentunya kita sampai saat ini belum mendapat informasi secara resmi, detail mengenai orang-orang yang katanya ingin ke Afrika Selatan, ke beberapa lagi negara,” kata Wamenlu yang akrab disapa Tata ini, saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan, Senin (17/11/2025).

“Sebelumnya, juga kita pernah dengar ada rombongan yang sudah ada di Bangladesh dan beberapa negara lainnya. Tapi, ini semua kan kita belum mendapatkan informasi resmi.”

Namun, Wamenlu Tata memastikan bahwa Indonesia belum melakukan kontak dengan Pemerintah Palestina terkait jumlah pengungsi Gaza yang akan diterima masuk. Di sisi lain, ia menyebut warga Gaza yang terbang ke Afrika Selatan misalnya, merupakan inisiatif non-pemerintah Palestina.

“Ini kan semua inisiatif-inisiatif dari berbagai NGO, berbagai organisasi, dan bukan dari Pemerintah Palestina. Kita belum tahu apa yang diinginkan oleh pemerintah Palestina, karena memang belum ada kontak yang mengatakan bahwa kita minta bantuan untuk sekian banyak orang,” ujarnya.

Wamenlu Tata juga mengungkapkan bahwa belum terjadi pembicaraan lebih lanjut dengan Pemerintah Palestina. Meski, Pemerintah Indonesia pernah menyatakan kesediaannya untuk menerima pengungsi Gaza.

“Kita belum ada pembicaraan detail dengan pemerintah Palestina, kita menunggu. Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, kita siap menerima apabila itu merupakan permintaan dari Pemerintah Palestina, dan juga disetujui oleh negara-negara kawasan,” kata dia.

Wamenlu Tata menjelaskan, Indonesia saat ini tengah fokus terhadap pemungutan suara mengenai Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). Pemungutan suara itu berlangsung di Dewan Keamanan PBB, New York, AS, Senin (17/11/2025) waktu setempat.

“Ini kan sekarang sedang dibahas saat ini adalah bagaimana kita menjaga gencatan senjata yang ada, jadi itu yang kita sekarang fokus. Yang lainnya itu kita tunggu apa yang diinginkan, yang diharapkan oleh pemerintah Palestina,” kata Wamenlu Tata menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....