DeepSeek Alami Serangan Siber Setelah Menjadi Populer

  • 29 Jan 2025 11:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: DeepSeek, perusahaan asal Tiongkok, mengalami serangan siber besar-besaran. Serangan ini terjadi setelah aplikasi asisten AI-nya, DeepSeek R1, menduduki peringkat teratas di App Store dan Google Play Store.

Serangan ini memaksa DeepSeek untuk membatasi pendaftaran pengguna sementara, meskipun pengguna yang sudah terdaftar tetap bisa mengakses aplikasi. DeepSeek mengonfirmasi serangan terjadi setelah aplikasi tersebut meroket menjadi aplikasi gratis dengan rating tertinggi di AS, dilansir dari Guardian.

Perusahaan mulai menyelidiki masalah ini, Senin (27/1/2025) malam waktu Beijing. Dalam penyelidikan tersebut, perusahaan menemukan bahwa serangan itu adalah “serangan berbahaya berskala besar.”

DeepSeek adalah aplikasi asisten AI yang mirip dengan ChatGPT milik OpenAI. Keberhasilan aplikasi ini di AS membuat beberapa perusahaan teknologi, seperti Nvidia, mengalami penurunan saham signifikan.

Nvidia kehilangan USD500 miliar (Rp8.114 triliun) dalam kapitalisasi pasar setelah kabar keberhasilan DeepSeek tersebar. Keberhasilan DeepSeek menarik perhatian karena biaya rendah yang dikeluarkan untuk membuat aplikasi AI setara dengan Google dan OpenAI.

Hal ini terjadi meskipun Tiongkok menghadapi pembatasan ketat dalam ekspor chip yang membatasi akses DeepSeek ke daya komputasi. Investor Marc Andreessen menyebut DeepSeek R1 sebagai “momen Sputnik” untuk AI, merujuk pada persaingan teknologi yang semakin ketat.

Vivek Ramaswamy, pengusaha dan politisi yang dekat dengan Donald Trump, juga menyebut momen ini sebagai hal yang positif. Meski demikian, Ramaswamy mengingatkan pentingnya kewaspadaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....