Korut Klaim 1,4 Juta Pemuda Daftar Gabung Militer

  • 16 Okt 2024 15:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Pyongyang: Media Pemerintah Korea Utara (Korut) melaporkan sekitar 1,4 juta pemuda telah mendaftarkan diri untuk bergabung menjadi anggota militer. Seperti dikutip The Straits Times, Rabu (16/10/2024), mereka mengaku ingin bertempur dalam perang suci menghancurkan musuh bersenjatakan revolusi.

Hal ini berlangsung di tengah tuduhan Pyongyang bahwa Korea Selatan (Korsel) melakukan serangan drone provokatif. Insiden tersebut meningkatkan ketegangan antara kedua negara bertetangga itu, bahkan disebut-sebut berada di ambang peperangan.

Sebelumnya, pihak Korut seringkali mengklaim peningkatan ketegangan di Semenanjung Korea di masa lalu. Pada 2023, misalnya, media pemerintah melaporkan 800 ribu sukarelawan bergabung ke militer untuk bertempur melawan Amerika Serikat (AS).

Kemudian pada 2017 dikabarkan sekitar 3,5 juta warga Korut mendaftarkan diri menjadi tentara. Namun, sulit untuk memverifikasi klaim Korut ini secara independen.

Menurut International Institute for Strategic Studies (IISS), Korut memiliki 1,28 juta tentara aktif. Selain itu juga memiliki sekitar 600 ribu pasukan cadangan dan 5,7 juta pekerja dan petani yang dipersenjatakan.

Ketegangan semakin meningkat ketika Korut meledakkan sejumlah ruas jalan dan jalur kereta api di perbatasan dengan Korsel. Akibatnya, militer Seoul harus memberikan tembakan peringatan.

Korut juga menyatakan akan memperkuat wilayah perbatasannya. Tujuannya untuk mempertahankan sistem dua negara sekaligus mengabaikan tujuan untuk unifikasi Korea.

Kedua Korea secara teknis tetap berada dalam ketegangan setelah perang pada 1950-1953. Pertempuran tersebut berakhir tanpa adanya pakta perdamaian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....