DPR Soroti Kesenjangan Akses dan Literasi Digital

  • 02 Okt 2026 22:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menyoroti kesenjangan akses dan literasi digital dalam menggunakan teknologi secara aman. Nurul menyampaikannya dalam Sosialisasi Merajut Nusantara bertema Cakap Bermedia Digital di Jakarta Selatan, Senin, 10 Agustus 2026 lalu.

Kegiatan tersebut diselenggarakan BAKTI, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, bersama Komisi I DPR RI dalam agenda sosialisasi nasional. Materi kegiatan menekankan pentingnya penggunaan internet secara aman, bijak, etis, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Nurul menjelaskan tingginya penetrasi internet belum otomatis menunjukkan kemampuan masyarakat memanfaatkan teknologi digital secara cerdas, aman, dan bijak. Berdasarkan data APJII 2025, pengguna internet Indonesia mencapai sekitar 229 juta orang atau 80,66 persen populasi penduduk Indonesia.

Namun, Indeks Literasi Digital Indonesia 2024 tercatat 3,54 dan masih berada dalam kategori sedang bagi masyarakat secara nasional. Kondisi tersebut menunjukkan perluasan akses harus berjalan bersama peningkatan kemampuan menggunakan teknologi secara aman, etis, kritis, dan cerdas.

Nurul memaparkan empat pilar literasi digital, yaitu Cakap Digital, Aman Digital, Budaya Digital, dan Etika Digital bagi masyarakat. Keempat pilar tersebut mencakup kemampuan menggunakan perangkat, melindungi data pribadi, membangun ruang inklusif serta menciptakan komunikasi santun digital.

Ancaman ruang digital semakin nyata, dengan kerugian penipuan online mencapai sekitar Rp2,6 triliun hingga Mei 2025 secara nasional. Kerugian ekonomi akibat kejahatan siber pada 2024 mencapai sekitar Rp18 triliun, disertai 26,7 juta serangan phishing yang tercatat.

Masyarakat juga perlu mewaspadai hoaks, cyberbullying, fitnah, ujaran kebencian serta konten negatif yang beredar di ruang digital sehari-hari. Kemampuan memeriksa sumber, konteks, dan kebenaran informasi penting sebelum seseorang membagikan pesan kepada orang lain di ruang digital.

Nurul menyampaikan lima kunci menjadi pengguna media digital yang cakap, yaitu berpikir kritis, berkomunikasi etis, dan menjaga privasi. Pengguna juga perlu menggunakan kecerdasan buatan secara bijak serta mengarahkan teknologi untuk kegiatan produktif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penggunaan kecerdasan buatan harus disertai verifikasi terhadap hasil agar informasi yang diterima tidak langsung dipercaya sepenuhnya oleh pengguna. Password, OTP, dan data pribadi harus dijaga serta tidak dibagikan sembarangan kepada pihak yang tidak dikenal secara online.

Pesan tersebut diperkuat Yulis Widyo Marfiah, Plt Direktur Layanan TI Bidang Usaha BAKTI Komdigi Republik Indonesia dalam sosialisasi. Ia menekankan kemampuan mencari, menyaring, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara etis dalam kehidupan digital masyarakat Indonesia masa kini.

Pengguna perlu memahami pengaruh FOMO dan algoritma media sosial yang membuat seseorang terus menerima informasi sesuai minat pribadi. Karena itu, informasi yang diterima harus diperiksa melalui sumber, alamat situs, konteks, dan perbandingan sumber lain secara menyeluruh.

Sementara itu, Dosen Universitas Padjadjaran Wina Erwina menilai kecakapan digital mencakup kemampuan mengakses, mencari, menyaring, dan mengolah informasi. Ia mengingatkan pentingnya verifikasi, perlindungan identitas, kata sandi kuat, autentikasi dua faktor, serta kewaspadaan terhadap tautan digital mencurigakan.

Tautan dan lampiran dari sumber tidak dikenal perlu diwaspadai karena dapat menjadi sarana pencurian data melalui phishing berbahaya. Menurut Wina, kecakapan digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi, melainkan kemampuan berpikir kritis dan bertindak secara bertanggung jawab.

Kecakapan digital juga berarti mampu berhati-hati sebelum membagikan informasi dan mempertimbangkan dampak setiap aktivitas digital terhadap masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, BAKTI Komdigi bersama Komisi I DPR RI mendorong masyarakat menjadi warga digital cerdas, aman, produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....