Sembilan Perempuan Disandera KKB, Pemerintah Diminta Bertindak
- 21 Sep 2026 19:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak pemerintah segera menyelamatkan sembilan perempuan, termasuk anak-anak, yang masih disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB). Penyanderaan tersebut terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Ia meminta TNI dan Polri mengambil langkah serius, terukur, dan optimal untuk menemukan serta membebaskan para sandera. Kapolri dan Panglima TNI juga diminta memberikan perhatian penuh terhadap penanganan kasus tersebut.
“Saya meminta jajaran Polri dan TNI, khususnya Kapolri dan Panglima TNI, agar serius menangani persoalan ini. Lakukan pencarian secara optimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia,” kata TB Hasanuddin, Senin, 21 September 2026.
Ia mengatakan proses pencarian perlu melibatkan aparat intelijen, pemerintah daerah, dan pihak terkait. Satuan operasional juga dapat dilibatkan secara terukur apabila diperlukan, dengan tetap mengutamakan keselamatan para sandera.
TB Hasanuddin turut mendesak Menteri Pertahanan dan Menteri Hak Asasi Manusia turun tangan secara langsung. Kedua kementerian diminta tidak hanya menunggu laporan dari aparat di lapangan.
Menurutnya, Menteri Pertahanan perlu memastikan koordinasi, dukungan intelijen, dan langkah penyelamatan berjalan efektif. Penanganan kasus tersebut tidak boleh berlarut-larut akibat lemahnya koordinasi atau tidak adanya langkah tegas.
“Negara harus hadir dan menunjukkan bahwa keselamatan setiap warga negara tidak dapat ditawar,” ujarnya. Ia juga meminta Menteri HAM tidak sebatas menyampaikan keprihatinan.
Menteri HAM, menurutnya, perlu mengawal perlindungan para sandera dan memantau proses pembebasan. “Menteri HAM harus turun tangan dan mengawal kasus ini secara nyata. Jangan hanya bereaksi setelah jatuh korban,” katanya.
TB Hasanuddin menilai penyanderaan terhadap perempuan dan anak-anak merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia. Pemerintah harus bertindak cepat untuk menyelamatkan korban dan mencegah peristiwa serupa kembali terjadi.
“Hal ini harus ditangani dengan sungguh-sungguh karena menyangkut kemanusiaan dan keselamatan nyawa. Keselamatan para korban harus menjadi prioritas utama,” ucapnya.
Ia berharap koordinasi antarlembaga dilakukan secara cepat dan efektif. Seluruh korban diharapkan segera ditemukan, dibebaskan, dan dikembalikan kepada keluarga dalam keadaan selamat.
Sebelumnya, kelompok bersenjata dilaporkan membawa 11 perempuan saat mundur menuju kawasan hutan setelah terlibat kontak tembak dengan aparat di Distrik Jila. Seorang ibu dilaporkan meninggal setelah ditembak ketika berusaha mempertahankan anak perempuannya yang dibawa kelompok tersebut.
Satu korban lainnya ditemukan di jurang dan berhasil dievakuasi pada Jumat (21/8/2026). Korban yang mengalami luka kemudian dibawa ke rumah sakit di Timika untuk mendapatkan perawatan.
Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak membenarkan adanya penyanderaan berdasarkan informasi personel Polsek Jila dan keluarga korban. Seluruh korban yang masih disandera merupakan perempuan dan beberapa di antaranya masih anak-anak.
Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto mengatakan aparat masih mencari keberadaan para sandera. TNI dan Polri juga menyiapkan langkah pembebasan dengan mengutamakan keselamatan para korban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....