DPR Dorong Generasi Muda Bijak Manfaatkan Perkembangan Teknologi
- 12 Agt 2026 13:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta: Anggota Komisi I DPR RI Andina Thresia Narang mendorong generasi muda menjadi pengguna media digital yang cakap, kritis, aman, dan bertanggung jawab. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan memahami informasi, menjaga keamanan data, menerapkan etika, serta menyadari dampak setiap aktivitas di ruang digital.
Hal tersebut disampaikan Andina dalam kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara yang digelar Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI di Digi Studio, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (2/7/2026). Kegiatan mengangkat tema “Generasi Muda Cakap Bermedia Digital” dan menghadirkan Pakar Digital Dr. Heru Sutadi, M.Si., serta Pegiat Literasi Digital Khairi Fuadi.
Andina mengatakan generasi muda memiliki posisi strategis dalam perkembangan ekosistem digital Indonesia. Selain menjadi kelompok yang aktif menggunakan media sosial dan berbagai layanan digital, generasi muda juga memiliki potensi menjadi kreator, inovator, pelaku ekonomi digital, dan agen perubahan.
Menurutnya, teknologi digital memberikan banyak peluang, mulai dari memperoleh pengetahuan, membangun jejaring, mengembangkan kreativitas, mempromosikan karya, menciptakan peluang ekonomi, hingga menyampaikan gagasan kepada publik. “Cakap bermedia digital bukan hanya mampu menggunakan perangkat atau aplikasi," katanya.
Ia menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi. Kemudahan menerima, membuat, dan menyebarkan informasi membuat masyarakat harus semakin berhati-hati terhadap konten yang belum terverifikasi.
Andina mengingatkan informasi yang terlihat meyakinkan belum tentu benar. Karena itu, pengguna media digital perlu membiasakan diri memeriksa sumber dan membandingkan informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Menurutnya, kebiasaan melakukan verifikasi atau tabayyun merupakan bentuk tanggung jawab dalam membangun ruang digital yang sehat. Jangan sampai keinginan menyebarkan informasi dengan cepat justru membuat seseorang ikut menyebarkan hoaks, disinformasi, fitnah, atau informasi yang merugikan orang lain.
Selain kemampuan memilah informasi, Andina menilai etika komunikasi menjadi bagian penting dari kecakapan digital. Kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan bersama tanggung jawab.
Perbedaan pandangan, lanjutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan penghinaan, perundungan, serangan pribadi, maupun penyebaran kebencian. Dalam masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial, Andina berharap ruang digital dapat dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan membangun dialog yang sehat.
“Generasi muda harus mampu menjadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan sebagai sumber konflik yang diperbesar melalui media sosial,” katanya. Sementara itu, Pakar Digital Dr. Heru Sutadi mengatakan transformasi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat secara fundamental.
Informasi dapat diproduksi dan disebarkan dalam waktu singkat sehingga pengguna dituntut mampu beradaptasi sekaligus memahami risiko teknologi. Menurut Heru, perkembangan teknologi membuka peluang luas bagi generasi muda untuk menghasilkan karya dan melakukan inovasi.
Namun, teknologi harus digunakan secara bijak agar tidak menimbulkan persoalan seperti penyalahgunaan informasi, pelanggaran privasi, penipuan digital, manipulasi konten, maupun kejahatan siber. Ia menilai keterampilan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Heru juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran, pembuatan konten, pengolahan informasi, desain, hingga pengembangan inovasi. Namun, pemanfaatan AI tetap perlu memperhatikan aspek etika, keaslian karya, keamanan, serta tidak digunakan untuk menghasilkan atau menyebarkan informasi palsu maupun melakukan manipulasi.
Pada kesempatan yang sama, Pegiat Literasi Digital Khairi Fuadi menekankan pentingnya membangun kebiasaan bermedia yang sehat. Menurutnya, pengguna media digital perlu memahami bahwa setiap aktivitas di ruang digital dapat meninggalkan jejak dan memiliki konsekuensi bagi diri sendiri maupun orang lain.
Khairi mendorong generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen konten yang positif dan produktif. Ruang digital, katanya, dapat dimanfaatkan untuk berbagi pengetahuan, memperkenalkan potensi daerah, mempromosikan produk dan karya lokal, membangun komunitas, serta menyampaikan pesan edukatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Andina menegaskan kecakapan bermedia digital pada akhirnya tidak hanya diukur dari kemampuan seseorang menggunakan teknologi, tetapi juga dari bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan untuk memberikan manfaat. “Generasi muda harus menjadikan perkembangan teknologi sebagai sarana untuk tumbuh dan memberikan kontribusi positif," katanya.
Melalui Sosialisasi Merajut Nusantara, BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI mendorong penguatan pemahaman masyarakat mengenai kecakapan digital. Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga penggerak transformasi digital Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....