Komisi VII Soroti Maraknya Mainan Anak tanpa SNI, Pengawasan Perlu Diperkuat

  • 26 Mei 2026 09:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena menyoroti maraknya mainan anak dan garmen tanpa SNI.
  • Komisi VII juga mempertanyakan efektivitas pengawasan serta sanksi bagi produk yang tidak memenuhi standar keselamatan.
  • Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menegaskan penguatan standardisasi nasional penting untuk menjaga kualitas dan daya saing global.

RRI.CO.ID, Tangerang Selatan - Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena menyoroti produk mainan anak dan garmen di pasaran tanpa sertifikasi SNI. Menurutnya, hal ini menunjukkan perlindungan masyarakat melalui sistem standardisasi nasional belum berjalan optimal.

Samuel mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap produk-produk yang tidak memenuhi standar keselamatan. Terutama mainan anak yang berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan konsumen.

“Kalau kemudian di pasar terlihat begitu luas produk-produk mainan anak dan garment yang tidak tersertifikasi, punishment-nya apa?” ujar Samuel, dikutip Parlementaria, Senin, 25 Mei 2026. Ia menilai, negara melalui lembaga standardisasi seharusnya hadir memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat dari produk-produk berisiko.

Menurutnya, masih ditemukan mainan anak dengan bahan pewarna berbahaya dan bentuk produk yang dapat membahayakan anak. “Nah ini kan harusnya pengamanan dari negara melalui badan standardisasi nasional,” katanya.

Samuel juga menyinggung tantangan pengawasan terhadap produk usaha mikro dan kecil (UMK). Ia menyebut jumlah produk UMK yang sangat besar membuat pengawasan dan sertifikasi menjadi tidak mudah dilakukan secara menyeluruh.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menegaskan standarisasi nasional memiliki peran penting dan ungensi. Saleh menjelaskan, negara-negara maju sangat ketat dalam menjaga standar produk yang masuk maupun beredar.

"Oleh karena itu, Indonesia juga perlu memperkuat sistem standarisasi nasional. Agar kualitas produk dalam negeri semakin terjamin dan mampu bersaing secara global," ujar Saleh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....