Komisi VII DPR: Standarisasi Nasional Urgensi Lindungi Masyarakat
- 26 Mei 2026 07:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menegaskan standarisasi nasional memiliki peran yang sangat penting dan ungensi
- Khususnya ditengah pesatnya perkembangan industri, produk serta jasa beredar di masyarakat
RRI.CO.ID, Tangerang - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menegaskan standarisasi nasional memiliki peran yang sangat penting dan ungensi. Khususnya ditengah pesatnya perkembangan industri, produk serta jasa beredar di masyarakat.
Saleh memaparkan dalam Kunjungan Kerja Pantia Standar Nasional Indonesia (SNI) Komisi VII DPR RI kepada Badan Standarisasi Nasional (BSN) di Tangerang Selatan. Menurut Saleh, standarisasi untuk menjaga kualitas, keamanan dan daya saing produk dipasar Indonesia.
Dia mengatakan keberadaan BSN menjadi elemen strategis sehingga Komisi VII DPR RI memutuskan untuk membentuk Panitia Kerja (Panja) Standar Nasional. Panja ini, kata dia, bertugas untuk memaksimalkan fungsi, tugas, serta manfaat standarisasi nasional agar produk barang dan jasa yang beredar benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Saleh menjelaskan negara-negara maju sangat ketat dalam menjaga standar produk yang masuk maupun beredar di wilayah mereka. Misalnya saja produk yang masuk ke negara seperti Amerika Serikat harus memenuhi standar tertentu sebelum dapat dipasarkan.
"Oleh karena itu, Indonesia juga perlu memperkuat sistem standarisasi nasional. Agar kualitas produk dalam negeri semakin terjamin dan mampu bersaing secara global," ujarnya, Senin, 25 Mei 2026.
Dalam pelaksanaannya, kata Saleh, Panja Standar Nasional Indonesia akan melibatkan berbagai pihak terkait. Mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga sektor swasta yang memiliki keterkaitan langsung dengan proses standardisasi.
Selain itu, Komisi VII DPR RI juga ingin memastikan transparansi dan kesiapan perusahaan-perusahaan yang nantinya menjadi mitra BSN dalam pelaksanaan pengujian ataupun sertifikasi standar. Keterlibatan berbagai pihak tersebut penting untuk memperkuat kualitas, kompetensi, serta daya saing produk nasional.
"Kami berharap pembentukan Panja Standarisasi Nasional dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat sistem standarisasi Indonesia. Sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat sebagai konsumen," ucapnya.
Kepala BSN, Yustinus Kristianto Widiwardono menyatakan menyambut baik dan akan mendukung serta mengajak stakeholder terkait. Terutama dari lembaga penilaian kesesuaian yang mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional.
"Kami juga serta dari akademisi dan dari pihak-pihak yang juga selama ini aktif di dalam penyusunan Standar Nasional Indonesia maupun dalam penerapan SNI. Dan tentunya juga dari kementerian/lembaga terkait dengan pemberlakuan SNI sangat mendulung didalam regulasi," kata dia.
Yustinus menyatakan dengan adanya Panja ini, karena tujuan dari Panja ini adalah untuk memastikan standardisasi dan penilaian kesesuaian. Serta BSN ini bisa lebih optimal lagi dalam dalam mendukung pembangunan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....