Legislator Dorong Ruang Digital yang Aman bagi Anak

  • 23 Jul 2026 20:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Yudha Novanza Utama menegaskan perlindungan anak di ruang digital merupakan investasi penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan upaya melindungi anak dari berbagai ancaman di dunia digital.

"Anak-anak hari ini adalah pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu, ruang digital harus menjadi ruang belajar, ruang kreativitas, ruang inovasi, ruang kolaborasi, dan ruang yang aman serta sehat untuk mendukung tumbuh kembang mereka," kata Yudha dalam Webinar Literasi Digital bertema "Ruang Digital Anak Aman dan Sehat: Tantangan dan Solusi Bersama" yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI di Digi Studio, Tangerang Selatan, Kamis, 25 Juni 2026.

Yudha mengatakan anak-anak Indonesia tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang membuka peluang besar bagi pendidikan, kreativitas, dan inovasi. Namun, kondisi tersebut juga diiringi berbagai risiko, seperti paparan konten negatif, perundungan siber, eksploitasi digital, penyalahgunaan data pribadi, hingga kejahatan siber.

Menurutnya, perlindungan anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau orang tua, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Keluarga berperan sebagai benteng pertama dalam mendampingi anak menggunakan teknologi, sementara sekolah perlu memperkuat literasi digital dan membangun karakter digital peserta didik.

"Anak-anak tidak cukup hanya diajarkan menggunakan teknologi. Mereka juga harus dibekali kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, aman, dan produktif," ujarnya.

Yudha juga mendorong penyelenggara platform digital menerapkan prinsip Safety by Design, Privacy by Default, dan Age Appropriate Design agar perlindungan anak menjadi bagian dari sistem layanan digital sejak awal. Dalam webinar tersebut, pegiat literasi digital Gun Gun Siswadi menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan implementasi PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Sementara itu, akademisi Achmad Abdul Basith menyoroti pentingnya membangun kedaulatan digital anak melalui sinergi pemerintah, DPR RI, keluarga, sekolah, media, platform digital, dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....