Legislator Komitmen Perjuangkan Perlindungan Sosial Masyarakat Miskin

  • 05 Feb 2026 10:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina berkomitmen memperjuangkan masalah perlindungan sosial bagi masyarakat. Terutama masyarakat miskin.

"Program-program perlindungan sosial yang sudah digelontorkan oleh Pemerintah. Ternyata belum menjamin terhadap kebutuhan dasar anak," kata Selly. Dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI,Kamis 5 Februari 2026.

Hal tersebut dikatakan menyikapi kasus bunuh diri seorang anak SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, dalam masalah perlindungan sosial ini perlu adanya pendampingan psikologis yang sangat mendalam. Karenanya masalah ini harus dilakukan Pemerintah dengan tepat sasaran.

Selly menyarankan dalam pelaksanaan program perlindungan sosial agar sistem birokrasinya mudah. Karena ia melihat jenjang birokrasi program tersebut terlalu rumit.

"Sementara mitra kami ini yang menyangkut kemiskinan ekstrem atau kemiskinan struktural yang tidak bisa dituntaskan oleh Pemerintah," ujarnya.

Ia menduga kasus bunuh diri ini diduga dipicu karena kemiskinan di wilayah tersebut. 

"Kita harus punya awareness terhadap sekeliling kita. Bahwa jangan sampai ini terjadi dan berlaku untuk kerabat kita, itu sebagai introspeksi kita," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolres Ngada, NTT AKBP Andrey Valentino mengatakan, pihak Kepolisian akan  menyelidiki kasus bunuh diri. Yang dilakukan YBR anak SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebu, Ngada.

"Itu sedang kita dalami," kata Andrey. Dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI.

Selain itu, Andrey mememintai keterangan terhadap sejumlah pihak. Seperti, pihak sekolah dan teman-temannya.

"Dari keterangan itu tidak ada perundungan atau bullying terhadap anak ini. Mungkin lebih banyak faktor dari keluarganya," ujarnya.

Andrey juga menduga bunuh diri anak tersebut diipicu karena faktor kemiskinan. Dimana sang Ibu memiliki tiga anak lain.

"Dalam kesehariannya sang Ibu menyambung hidupnya dengan bertani dan berkebun," ucapnya.

Sebelumnya,  mengakhiri hidupnya, diduga karena anak yang duduk di bangku kelas IV SD itu kecewa dan putus asa. Lantaran tidak mampu membeli buku dan pena untuk keperluan sekolah, karena kondisi ekonomi mereka yang sangat sulit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....